Sampah di Derawan Makin Banyak dan Minim Tempat Pembuangan Sementara

benuanta.co.id, BERAU – Objek wisata terkenal dari Kabupaten Berau, Kaltim yakni Pulau Derawan mendapat sorotan dari Bupati Berau Sri Juniarsih Mas soal kebersihan pulau ini.

“Saya menekankan bahwa kebersihan bukan hanya demi menjaga ekosistem yang hidup di bawahnya, tetapi juga untuk memastikan kepuasan para pengunjung,” ucapnya Senin (26/2/2024).

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2024 votes

Ia juga khawatir terhadap sampah-sampah yang terabaikan di bawah permukaan laut maupun yang terkubur di dalam pasir.

“Itu di bawah-bawah penginapan, botol-botol kaca dibawah sana, di bawah pasir itu, gak bisa hancur. Sampai ratusan tahun juga gak akan bisa hancur. Kami tahu itu,” ujarnya

Baca Juga :  Setiap Tahun Alur Pelayaran di Berau Mengalami Pendangkalan hingga 30 Cm

Selain itu, ia juga menyoroti dampak negatif dari pembangunan struktur seperti panjang penginapan yang merambah sampai ke tengah laut.

“Itu merusak habitat yang ada di sana, karang, ikan,” ungkapnya.

Dirinya menekankan bahwa menjaga kebersihan dan habitat alami di Pulau Derawan buka hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi juga dari pemilik penginapan serta seluruh komunitas yang terlibat dalam industri pariwisata.

“Mumpung kita belum terlambat. Tapi kalau sudah terlanjur buat penginapan panjang sampai ke tengah laut, cukuplah. Jangan dipanjang-panjangin lagi. Karena itu akan merusak habitat yang ada di laut,” tuturnya.

Terutama penanganan sampah. Menurutnya, kesadaran masyarakat masih rendah dalam penanganan sampah maka kali ini semua pihak tanpa terkecuali perlu sigap dalam menangani persoalan sampah di destinasi wisata.

Baca Juga :  Disbudpar Angkat Bicara Penarikan Retribusi Sepihak di Pulau Derawan

“Disini diperlukan kerja sama yang baik antar masyarakat, untuk merapikan tempat kita. Apalagi Pulau Derawan sudah dikenal sampai mancanegara,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, Mustakim menjelaskan, penanganan sampah merupakan unsur penting dalam pariwisata Pulau Derawan.

“Kebetulan wisatawan yang ada di sini berasal dari mancanegara itu sangat respek terhadap kebersihan,” bebernya.

Sehingga kata dia, Pulau Derawan tidak bisa mengandalkan Tanjung Batu untuk penanganan sampah.

“Karena Pulau Derawan ini perlu dibangun TPS sendiri yang nantinya akan dilakukan pengolahan sampah, yaitu memilah, mengurangi maupun mendaur ulang,” tegasnya.

Baca Juga :  Sekda Minta Disdik Berau Perhatikan Perpustakaan Supaya Naik Akreditasi

Sebab selama ini pihaknya menjelaskan setiap dua atau tiga hari sekali sampah yang terkumpul di Pulau Derawan selalu dibawa ke TPA Tanjung Batu.

“Selama ini setiap dua atau tiga hari sekali, sampah yang terkumpul di pulau Derawan itu diangkut ke TPA Tanjung batu. Nah ke depan tidak lagi seperti itu,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, pihaknya juga terus memberikan edukasi kepada pelajar serta kelompok ibu-ibu di Pulau Derawan untuk mengolah sampah.

“Yaitu memilah, mengurangi maupun mendaur ulang. Sehingga sampah yang dihasilkan di Pulau Derawan itu bisa diminimalisir. Hanya yang tidak bisa diolah yang diangkut ke Tanjung Batu,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *