Tekan Harga Sembako, Disperindagkop Kaltara Gelar Pasar Murah

benuanta.co.id, Bulungan – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) gelar operasi pasar murah. Hal ini dilakukan guna menekan harga pasar yang cukup tinggi.

Operasi pasar yang digelar di Lapangan Agathis ini, menyiapkan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur ayam, bawang merah, bawang putih dan gula pasir. Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltara, Hasriyani menjelaskan operasi pasar ini akan dilaksanakan secara rutin, terlebih kedepannya akan menghadapi bulan puasa ramadan.

Baca Juga :  Tingkat Hunian Kamar Hotel Berbintang Menurun 58,27 Persen

“Rencana aksi kita setiap bulan 2 kali dan berpindah-pindah tempat untuk operasi pasar jni,” ucapnya kepada benuanta.co.id Selasa, 6 Februari 2024.

Kegiatan ini juga kerap dilaksanakan ketika ada salah satu komoditi yang mengalami peningkatan harga dipasaran. Pantauannya komoditi yang biasanya mengalami kenaikan harga saat hari besar keagamaan diantaranya bawang, telur, minyak goreng dan beras.

Baca Juga :  Perumda Air Minum Tirta Taka Setorkan Keuntungan Rp 1,26 Miliar ke Pemda Nunukan

“Hadirnya kita dengan barang bersubsidi ini yang dimulai 25 sampai 30 persen dari distributor, untuk membantu masyarakat,” sebutnya.

“Ini sejalan dengan yang disampaikan bapak Gubernur Kaltara, setiap kegiatan yang dilaksanakan semua perangkat daerah harus berbasis kepentingan masyarakat dan asas manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya menambahkan.

Dengan adanya operasi pasar ini membawa dampak yang positif  bagi masyarakat. Salah satu warga, Saddah mengatakan sangat senang dengan operasi pasar ini, bahkan mengharapkan agar kegiatan ini rutin dilaksanakan.

Baca Juga :  Nelayan di Tarakan Keluhkan Berkurangnya Kuota BBM

“Alhamdulillah kami sangat terbantukan dengan adanya operasi pasar ini. Kami minta ini selalu diadakan,” tuturnya.

Warga lainnya, Merry berkata dengan adanya harga yang murah ini setidaknya meringankan beban uang belanja. Pasalnya selama ini beberapa sembako yang dibeli dipasaran harga cukup mahal. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *