Hadapi Pemilu, Prajurit TNI AL Gencarkan Latihan

benuanta.co.id, TARAKAN – Menjelang Pemilu 2024, Lantamal XIII Tarakan turut melakukan persiapan berupa apel gelar pasukan. Pasukan yang terlibat adalah personel Lantamal XIII berdinas di Mako Lantamal diantaranya Satrol, Pomal Rumkital Ilyas Tarakan, Diskes dan prajurit Yonmarhanlan XIII mengikuti apel gelar pasukan tersebut.

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Komandan Lantamal XIII Laksamana Pertama TNI Deni Herman pada Senin, 29 Januari 2024 di Mako Lantamal XIII Tarakan. Dikatakannya, Pemilu yang sukses akan menjadi bukti kematangan demokrasi Indonesia.

Baca Juga :  Mendung Sejak Pagi, Wilayah Kaltara Masih Berpotensi Terjadi Hujan

“Sehingga dilaksanakan apel gelar pasukan guna mengetahui kesiapan tiap-tiap personel maupun materil. Secara keseluruhan agar dapat menciptakan suasana Pemilu yang aman dan lancar,” katanya.

Pihaknya juga sudah menyiagakan pasukan yang berbekal dasar kemampuan sebagai pasukan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) untuk mendukung keamanan dan ketertiban selama Pemilu 2024.

Selain itu, persiapan mental dan fisik juga terus dilakukan agar pelaksanaan tugas pengamanan dapat berjalan baik. Danlantamal juga menegaskan ke pasukan untuk menghindari sikap emosional dan arogansi, serta tetap menjaga netralitas TNI.

Baca Juga :  Jaksa Hadirkan Saksi Penangkap pada Sidang Sabu 7 Kg

“Tim lainnya juga akan siap untuk digunakan jika pasukan ini dibutuhkan. Tugas pengamanan dilakukan sesuai prosedur secara profesional dan proporsional,” imbuhnya.

Terpisah, Yonmarhanlan XIII Tarakan turut melakukan persiapan yang sama. Latihan pasukan berupa Pertempuran Jarak Dekat (PJD) juga telah dimantapkan untuk kesiapan pengamanan pesta demokrasi.

“Latihan PJD itu bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan prajurit mulai dari gerakan, taktik dan teknik serta komunikasi antar regu guna penyelesaian sasaran,” tegas Danyonmarhanlan XIII Tarakan Letkol Marinir Andreas Sony Tangi Timbang.

Baca Juga :  Pemkot Bakal Alokasikan Rp 10 Miliar untuk PJU di Tarakan

Strategi latihan lainnya juga dilakukan dengan misi pembebasan sandera. Ia mengedepankan pasukan untuk berlatih dengan  ketepatan, kecepatan, efisiensi waktu dan zero accident.

“Sehingga nanti berhasil menyelamatkan sandera dan melumpuhkan musuh. Tentunya prajurit siap menghadapi tantangan tugas kedepannya,” tuntasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *