Alokasi Belanja APBN 2023 di Kaltara Mencapai Rp 15,39 Triliun

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kalimantan Utara (Kaltara) merilis Realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Provinsi Kaltara 2023, pada Selasa, 30 Januari 2024.

Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Kaltara Sekaligus Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Kaltara, Sakop, mengatakan alokasi belanja APBN tahun 2023 di wilayah Kaltara hingga semester 11 tahun 2023 mencapai Rp 15,39 triliun. Angaka itu terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 4,28 triliun atau mencapai 28 persen dan Belanja Transfer ke Daerah (TKD) Rp 11,11 triliun atau 72 persen.

Baca Juga :  RSUD JSK Bakal Gelar Forum Konsultasi Publik

“Sampai dengan akhir semester II 2023, realisasi belanja pemerintah pusat terserap Rp 4.209,86 miliar atau 98,3 persen dari pagu,” kata Sakop.

Sedangkan realisasi belanja pemerintah pusat terbagi ke dalam 4 jenis belanja dengan rincian masing-masing yaitu belanja pegawai Rp 963,26 miliar atau 98,11 persen, belanja barang Rp 1.543,59 miliar 96,73 pesen, sedangkan belanja modal Rp 1.702,87 miliar 99,46 persen, dan belanja Bansos yang telah mencapai Rp 0,14 miliar (100%).

Belanja TKD terealisasi sebesar Rp 11,07 triliun atau 99,6 persen dari pagu. Realisasi ini terbagi dalam 5 jenis belanja dengan tingkat realisasi dana bagi hasil sebesar Rp 5.704,8 miliar 100 persen, dana alokasi umum Rp 3.855,52 miliar 100 persen, dana alokasi khusus Rp 1.024,02 miliar atau 96,45 persen, Dana Insentif Daerah Rp 80,49 miliar 100 persen, dan Dana Desa Rp 400,73 miliar atau 98,47 persen.

Baca Juga :  DPKP Kaltara Upayakan Permintaan Bantuan Pertanian Terpenuhi Tahun Ini

Output belanja pemerintah pusat atau belanja kementerian negara/lembaga di Provinsi Kaltara pertama adalah pembangunan/pengembangan pelabuhan di Sungai Nyamuk, kedua pembangunan jalan paralel perbatasan negara, ketiga pembangunan 3 Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Kempat pembangunan/pengembangan Bandara Long Apung, Nunukan, dan Yuval Samaring, kemudina kelima subsidi angkutan udara perintis, perintis kargo, dan BBM penerbangan perintis.

Baca Juga :  Cuaca Buruk Diprediksi Landa Kaltara 

“Kalau kita melihat output belanja TKD di antaranya adalah rehabilitasi jaringan irigasi, penanganan jalan provinsi/kabupaten/kota, pembangunan/rehabilitasi sarpras pelabuhan perikanan, revitalisasi gedung sekolah, peningkatan pasar desa, pemeliharaan jalan usaha tani, sambungan air bersih ke rumah tangga, dan pembangunan saluran irigasi tersier/sederhana,” tutupnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *