Pengusaha di Kaltara Diharapkan Tingkatkan Pengetahuan Investasi Saham

benuanta.co.id, TARAKAN – Berdasarkan data dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan pada situs resmi ojk.go.id di tahun 2022, Kalimantan Utara (Kaltara) tingkat literasi dan inklusi keuangan berada pada angka 58.70 persen di angka 49.68 persen dan 85.10 persen.

Dapat dikatakan masyarakat Kaltara belum memiliki pemahaman yang memadai terkait karakteristik dan peraturan berbagai produk serta layanan di sektor jasa keuangan. Tak terpungkiri hal tersebut pun menjadi PR bagi pengusaha-pengusaha dan pelaku UMKM untuk menghindari investasi bodong. Ketidak pahaman akan produk dan layanan sektor keuangan dapat menjadi boomerang bagi masyarakat dalam berinvestasi.

Baca Juga :  Bisnis Sarang Burung Walet Hasilnya Menggiurkan

“Di Kaltara masih banyak pengusaha yang belum mengetahui cara investasi yang benar dan tidak benar (bodong). Semua dari HIPMI, Kadin, IWAPI, pelaku UMKM dan lainnya,” ujar Ketua DPP APINDO Kaltara, Peter Setiawan, Jumat (19/1/2024).

Menurutnya, dari segi keuntungan, memahami investasi dan saham dapat menjadi  keuntungan. Di Kalimantan Timur (Kaltim) sudah mulai banyak yang melirik investasi dan saham. Dari APINDO sendiri sangat menerima baik bahkan memberikan akses untuk pihak yang mau mengedukasi para pengusaha dan pelaku UMKM terkait investasi dan saham. Namun, semua kembali lagi kepada masyarakat untuk ikut atau tidak.

Baca Juga :  Perumda Air Minum Tirta Taka Setorkan Keuntungan Rp 1,26 Miliar ke Pemda Nunukan

Terkait hal tersebut, para pelaku jasa keuangan yang hadir malam ini, salah satunya adalah PT Bank Mandiri Tbk, yang diwakili oleh Freddy Partogi sebagai Assistant Vice President PT Bank Mandiri Tbk Cab. Tarakan, mengatakan bahwa PT Bank Mandiri Tbk sebagai salah satu Badan usaha milik negara (BUMN) siap membantu masyarakat dan pelaku bisnis di Kaltara agar bisa mempercepat pertumbuhan dari aspek bisnis, networks, ide dan terobosan baru.

Baca Juga :  Nilai Tukar Petani Perkebunan Rakyat Tunjukkan Tren Kenaikan

“Diharapkan para pelaku usaha dapat memiliki pengetahuan yang lebih mendalam mengenai jasa keuangan yang ada, sehingga dapat memanfaatkannya secara optimal. Pemanfaatan jasa keuangan untuk mendukung kegiatan usaha baik dari sisi pembiayaan dan investasi, serta perlindungan diri, merupakan kunci untuk dapat memperoleh kesuksesan menjalankan usaha,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor:Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *