Letak Geografis Sulit, Pendistribusian Logistik Pemilu di Malinau Telan Ongkos Banyak

benuanta.co.id, MALINAU – Letak geografis Kabupaten Malinau yang menantang mengharuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah bekerja ekstra, terutama untuk pendistribusian logistik Pemilu. Selain keamanan logistik harus dipikirkan, keselamatan petugas yang membawa logistik ini patut diperhitungkan.

Sebanyak 109 desa di Malinau akan didistribusikan logistik Pemilu. Sebelum itu dilakukan KPU Malinau akan buat klasifikasi pengiriman mulai dari jumlah logistik, kebutuhan anggaran hingga jalur yang akan digunakan.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1942 votes

Saat dikonfirmasi Ketua KPU Malinau, Lesanias Radang mengatakan, proses penyebaran logistik Pemilu kemungkinan besar akan sama dengan Pemilu-pemilu yang sebelumnya.

Baca Juga :  Darwis Nyatakan Siap Bertarung di Pilkada KTT

“Untuk Wilayah terdekat kita akan menggunakan kendaraan mobil. Tapi ada juga beberapa lokasi yang harus kita menggunakan kendaraan sungai dan pesawat,” kata pria yang akrab disapa Lesanias pada Rabu, 17 Januari 2024.

Ia menjelaskan akses dengan transportasi sungai, seperti Kecamatan Pujungan dan Bahau Hulu yang di beberapa desanya memerlukan waktu 2-3 hari perjalanan. Ada juga yang hanya bisa melalui akses transportasi udara, meliputi wilayah-wilayah kecamatan di dataran Apau Kayan yang mencakup Kecamatan Sungai Boh, Kayan Hulu, Kayan Selatan dan Kayan Hilir.

Baca Juga :  Perindo Berau Pilih Berkoalisi dengan Incumbent di Pilkada 2024

“Untuk teknis distribusinya pasti carter, baik sungai maupun udara, karena tidak mungkin kita menggunakan yang reguler kan, di samping kita mengejar ketepatan waktunya, juga efisiensi muatannya. Yang ke Apau Kayan itu saja, kita perlu 8 sampai 9 kali angkut” jelasnya lagi.

“Dan konsekuensinya, KPU juga harus merogoh kocek lebih dalam. Tarifnya beragam, tergantung maskapai yang digunakan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ustaz Naspi Ambil Formulir Demokrat Berau

Sedangkan untuk jalur udara dibenerkan olehnya, diperkirakan antara R 55-100 juta dalam sekali angkut. Sedangkan transportasi sungai antara 60-70 juta rupiah. Pihak KPU juga harus melakukan carter kendaraan untuk mengangkut logistik.

“Hal ini sudah menjadi resiko karena kondisi geografis Malinau sendiri memang cukup menjadi tantangan bagi kita pihak penyelenggara. Tapi yang terpenting ialah semua masyarakat Malinau dapat menyuarakan suara mereka dan ikut dalam proses pesta demokrasi ini,” pungkasnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *