Penerimaan Bea Cukai Tarakan Tembus Rp17,7 Miliar di 2023

benuanta.co.id, TARAKAN – Presentase target penerimaan Bea Cukai Tarakan melampaui target yang diberikan Kepabeanan, yakni sebesar Rp7,5 miliar sedangkan yang terealisasi oleh Bea Cukai Tarakan Rp17,7 miliar pada 2023 lalu.

Kepabeanan pada penerimaan itu meliputi bea masuk, denda administrasi, bea keluar dan cukai. Rinciannya, pada bea masuk ditargetkan Rp 6,5 miliar dan terealisasi Rp 16,1 miliar, denda administrasi terealisasi Rp 110,9 juta, bea keluar ditargetkan Rp 948,5 juta dan terealisasi Rp 1 miliar, cukai terealisasi Rp 424,9 juta.

“Jadi kita melampaui target. Untuk target tahun ini kita masih menunggu diberikan target berapa dari pusat,” sebut Kepala Bea Cukai Tarakan, Johan Pandore pada Rabu (10/1/2024).

Dikatakannya, penerimaan pada bea masuk sendiri paling besar di 2023 kemarin. Komoditas yang mendominasi ialah bahan material seperti mesin, kendaraan bermotor untuk pertambangan, material bangunan, sparepart kendaraan perkebunan, dan kerikil. Sementara untuk bea keluar sendiri paling mendominasi komoditas produk kayu.

Baca Juga :  Angka Kerja di Nunukan Meningkat Capai 103.570 Orang

“Kalau CPO tidak ada. Bea keluar hanya Rp 1 miliar dari kayu saja. Paling besar memang Bea Masuk,” sambungnya.

Untuk hasil penindakan sendiri terdapat total 51 kasus atau jika dirupiahkan nilai barang hasil penindakan tersebut setara dengan Rp 143,8 miliar. Sehingga pihaknya mendapatkan penerimaan Rp 445 juta.

Adapun untuk rincian penindakan diantaranya pakaian bekas sebanyak 32 ball, daging ilegal sebanyak 6 ton, produk perkebunan 2 ton, makanan dan minuman 2 ton, rokok atau cukai 233.176 batang, dan narkotika jenis sabu seberat 49 Kilogram.

Baca Juga :  Harga Cabai Merangkak Naik

“Ada juga Trihexyphenidyl sebanyak 300 butir dan Tramadol sebanyak 50 butir. Total dari Narkotika dan Psikotropika ini kalau dirupiahkan setara dengan Rp 142,9 juta,” sambung Johan.

Dari kinerja Bea Cukai Tarakan, pihaknya mendapatkan nilai kepuasan sebesar 4,67 dari skala tertinggi 5 poin. Nilai ini ditentukan berdasarkan survey dari masyarakat terkait pelayanan kepabeanan, baik dari segi penindakan maupun layanan petugas. Diyakininya, target yang ditentukan oleh Dirjen Keuangan  pada 2024 tentu akan semakin besar.

“Pasti targetnya naik. Tapi kita belum tahu karena surat keputusan nya belum keluar. Berapapun targetnya kita optimis bisa karena kalau kita lihat di Tarakan dan sekitarnya perkembangan dan investasi luar biasa,” bebernya.

Baca Juga :  Bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni, Rp 20 Juta per Unit

Menurutnya, pada 2024 akan berkembang beberapa proyeksi seperti yang ada di Tana Kuning, Kabupaten Bulungan yakni KIPI. Tentu akan banyak masuk keperluan pembangunan pabrik. Pihaknya juga memiliki PR besar untuk pemasukan pada sisi ekspor. Meski beberapa waktu terakhir terdapat ekspor olahan makanan dan hasil laut.

“Kalau hasil laut ini diekspor tapi datanya tidak ada. Kita masih diskusikan bagaimana melembagakan itu. Rumput laut potensi besar baik di Tarakan dan Nunukan. Ini sudah jadi target kami di 2024,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *