Arus Balik Penumpang Menurun, Penumpang Harapkan Penambahan Fasilitas Terminal

benuanta.co.id, TARAKAN – Arus balik di Pelabuhan Malundung Kota Tarakan pasca libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 mengalami penurunan -6 persen dibandingkan pada momen 2023. Tercatat pada tahun 2023 pada pekan pertama Januari 2024 data penumpang yang tiba 5.615 penumpang, sedangkan pada 2023 lalu sebanyak 5.829 penumpang.

Persentase peningkatan penumpang justru terlihat saat arus keberangkatan yakni sebanyak 1.977 dibandingkan tahun sebelumnya 1.862 penumpang atau meningkat sebanyak 9 persen.

Ketua Posko Penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, Pelabuhan Malundung Tarakan, Bernard Martin Mastua menilai, penurunan jumlah penumpang dikarenakan faktor masyarakat yang lebih memilih transportasi lain misalnya pesawat.

Baca Juga :  Konsumsi Beras Bulog, Masyarakat Harus Membiasakan Diri

“Mungkin juga masyarakat cuma berlibur di sekitar Kaltara jadi hanya pakai speedboat. Padahal ada tambahan kapal rute Tarakan-Tawau. Dibanding tahun sebelumnya (2022) tidak ada,” ujarnya, Rabu (10/1/2024).

Selama penyelenggaraan posko angkutan laut pada 18 Desember 2023 hingga 8 Januari 2024, total ada 11.385 penumpang. Sementara pada tahun 2022 ada sebanyak 12.051 penumpang.

Adapun total armada sebanyak 6 unit dan di tahun 2023 sebanyak 19 kali memasuki Pelabuhan Malundung. Sementara pada tahun 2022 hanya 11 kali kapal ke Pelabuhan Malundung.

“Tapi kita tetap evaluasi. Kita juga minta Ombudsman untuk memberikan saran terkait pelayanan selama didirikannya posko,” sebutnya.

Baca Juga :  MA Tolak Kasasi Jaksa atas Perkara Sabu 2,7 Kilogram

Kejadian menonjol selama pendirian posko terjadi saat arus balik, yakni saat kedatangan penumpang bersamaan dengan penumpang dari daerah lainnya. Namun hal itu dapat diatasi oleh petugas posko yang siaga.

Pihaknya juga menyadari fasilitas terminal penumpang yang perlu evaluasi.

“Harapannya terminal penumpang bisa menampung kapasitas yang lebih besar. Karena jumlah seat yang ditawarkan dengan terminal di Tarakan nggak sebanding,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu penumpang turun, Eboy (55) mengatakan ia baru saja tiba dari kunjungan keluarga yang berada di Parepare. Ia memboyong anggota keluarganya dan memilih moda transportasi kapal laut karena harga terjangkau.

Baca Juga :  Pemkot Bakal Alokasikan Rp 10 Miliar untuk PJU di Tarakan

Ia menilai, meski kapal laut adalah transportasi dengan harga terjangkau ia meminta agar pihak pelabuhan dapat melakukan peningkatan fasilitas.

“Pas saya tiba kemarin itu agak ramai jadi di terminal itu banyak orang tidak enak dilihat kan mungkin perlu diperbesar lagi, apalagi kapasitas tempat duduk di kapal tidak sebanding dengan luasan terminal,” sebutnya.

Meski begitu, ia menikmati perjalanan selama liburan tahun baru bersama keluarga dengan fasilitas yang disiapkan.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *