Dinilai Semrawut, Pemprov Minta Pelabuhan Tengkayu I Tarakan Dibenahi

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara menyoroti kondisi Pelabuhan Tengkayu I, Kota Tarakan.

Bukan tanpa sebab, Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Bustan, mengatakan pelabuhan tersebut dinilai semrawut.

Dari sidak yang dilakukannya di pelabuhan tersibuk di Kaltara itu hasilnya akan dilakukan evaluasi terkait penataan kendaraan, khususnya di dermaga.

“Kami langsung direct ke Gubernur langsung, nanti akan kami benahi secara teknis,” katanya, Senin (8/1/2023).

Ia menyoroti kondisi Pelabuhan Tengkayu I yang tidak tertata dengan baik. Seperti semua kendaraan yang masuk dan parkir di dermaga pelabuhan dan banyaknya kendaraan dibiarkan parkir liar di selasar pelabuhan. Padahal fungsi lokasi ini untuk kendaraan darurat dan kendaraan teknisi. Hal ini menjadi penyebab kemacetan di gerbang masuk pelabuhan. Termasuk bus pelabuhan yang membawa penumpang.

Baca Juga :  Basarnas Tarakan Gelar Simulasi Kecelakaan Pesawat Besok

“Terkait masalah ini, kami tengah koordinasikan dengan Dinas Perhubungan dan Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Pelabuhan Tengkayu I,” sebutnya.

Bustan menekankan untuk regulasi pelarangan kendaran masuk dalam area pelabuhan dan melakukan evaluasi kepada UPTD terkait pembiaran hal tersebut untuk menguarai kemacetan yang terjadi di area pelabuhan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perhubungan (Dishub), Andi Nasuha, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya seringkali telah melakukan koordinasi bersama UPTD.

Baca Juga :  Simulasi Kecelakaan Pesawat, Basarnas RI Tegaskan Personel Siaga 24 Jam

Andi Nasuha menjelaskan, kendala yang selama ini dihadapi adalah berkaitan dengan pemasangan drop zone atau area pemberhentian kendaraan. Untuk tempat parkir di area depan tidak terlalu memungkinkan, ditambah lagi penataan lahan yang tidak mendukung.

“Di sana (area parkir) banyak kubangan, sehingga banyak yang menolak,” tuturnya.

Namun, Dishub dan UPTD telah berkomitmen secara perlahan akan dibenahi terkait kondisi semrawut di  Pelabuhan Tengkayu I Tarakan bahkan hingga struktur organisasinya.

Baca Juga :  Masih Penyelidikan, Satlantas Belum Simpulkan Penyebab Kecelakaan Maut di Kampung Satu

Andi Nasuha berharap agar pembenahan ini segera dapat terealisasi, mengingat Pelabuhan Tengkayu I merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) berupa retribusi daerah hingga mencapai miliaran rupiah yang memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi di Kaltara.

“Untuk pembenahan drop zone ini butuh biaya, di mana untuk pengalokasianya nanti Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang mengusulkan. Makanya kita perlahan dalam pelaksanaanya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *