Tugu Mandau Setinggi 12 Meter jadi Daya Tarik Wisatawan di Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN –  Walaupun berada di ujung utara Pulau Kalimantan namun tak heran dari segala aspek Kabupaten Nunukan kerap disebut sebagai wilayah terluar dan terdepan. Tapi jika berkujung di Bumi Penekindi Debaya ini akan disuguhkan sejumlah objek wisata.

Salah satunya menjadi buruan para traveller jika berkunjung ke nunukan, seperti Pantai Batu Lamampu, Rumah Duan Negara, Pantai Kayu Angin di pulau Sebatik, dan Air Terjun Kebun Raya Binusan.

Selain itu ada Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Nunukan, merupakan ikon terkenal di Kalimantan Utara hingga luar negeri yakni Tugu Mandau dengan ketinggian 12 meter yang terletak di puncak bukit dengan ketinggian 300 meter dari permukaan laut dan luas objek wisata 6 hektare.

Baca Juga :  Musim Kemarau di Nunukan akan Berlangsung hingga Maret

Meski berada dikawasan penjara, yang yang terkesan menyeramkan pengujung yang dating ke bukit Tugu Mandau Lapas Nunukan mencapai ribuan orang di akhir pekan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan, Puang Dirham menjelaskan objek wisata yang ada di Lapas Nunukan ini adalah untuk mendekatkan warga pembinaan kepada masyarakat, sehingga program seperti ini dapat memberikan bekal ilmu kepada warga binaan agar bermanfaat jika mereka menyelesaikan masa pidana.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Mulai Berkantor di IKN pada Juli

“Ini bisa menjadi tempat wisata bagi masyarakat sekitar, tempat ini juga sangat berguna bagi Warga Binaan Pemasyarakatan khususnya dalam memberikan kegiatan positif kepada WBP,” kata Puang Dirham, Jumat  15 Desember 2023.

Jarak tempuh dari kota Nunukan ke Tugu Mandau kurang lebih sekitar 40 sampai 50 menit, walaupun jarak jauh akan terbayarkan dengan keindahan pemandanagan pulau Nunukan melaui puncak Tugu Mandau.

Baca Juga :  Terlibat Peredaran Narkoba di Sei Menggaris, Lima Pria Ini Masuk Bui

“Masyarakat Nunukan tidak perlu lagi jauh-jauh berwisata cukup dating ke Tugu Mandau saja, tidak perlu biaya besar, karena keindahan dan fasilitas yang memadai mampu menghilangkan kejenuhan,” tutupnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *