Lestarikan Adat lewat Festival Budaya Dumud di Selumit

benuanta.co.id, TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) mengapresiasi Festival Adat Budaya Dumud yang digelar di Kota Tarakan sejak 10 hingga 15 Desember 2023 mendatang.

Festival yang berlangsung selama 5 hari tersebut merupakan salah satu Festival adat budaya yang masuk dalam Karisma Event Nusantara tahun 2023 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Tak hanya itu saja, Festival ini telah berlangsung mulai dari tahun 2018 hingga saat ini sudah menjadi festival budaya tahunan di Kota Tarakan.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Kaltara, Drs. Zainal Arifin Paliwang melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov Kaltara, Dr. Bustan menyambut baik dan mengapresiasi terlaksananya Festival Adat Budaya Dumud.

Baca Juga :  Pengendara Motor Diduga Disenggol Truk dari Arah Belakang, Korban Tewas di Tempat

“Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini. Penuh dengan pergelaran budaya khas Kalimantan Utara,” ujar Dr. Bustan, Ahad (10/12/2023).

Lanjutnya, dengan digelarnya kegiatan tersebut setiap tahunnya, pergelaran budaya suku Tidung akan tetap terjaga kelestariannya. Menurutnya, hal ini menjadi kebanggaan terkhusus bagi seluruh masyarakat suku Tidung dan secara umum bagi masyarakat Kalimantan Utara.

Festival adat budaya Dumud memiliki potensi besar, tidak hanya bagi Kaltara tetapi juga pariwisata nasional. “Sebagai warga Kaltara khususnya Tarakan tentu harus berbangga dengan potensi wisata unggulan yang dimiliki, masyarakat pun harus mendukung, menyukseskan dan mempromosikan hal ini ke dunia luas,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Forum Suku Tidung Kota Tarakan, Idoeliansyah Sabran mengatakan tak hanya untuk memperkenalkan budaya suku Tidung namun, festival budaya dilaksanakan guna berpartisipasi dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berada di Kelurahan Selumit dan sekitarnya dan khususnya adalah seluruh kota Tarakan.

Baca Juga :  Pleno Rekapitulasi Ditunda, KPU Tarakan Tunggu Instruksi KPU RI

“Selain kita menyaksikan festival budaya tarian dan lain sebagai-sebagainya kita juga melihat ada beberapa tenda-tenda UMKM dan kemudian itu adalah sumber-sumber pendapatan masyarakat,” ungkapnya.

“Kegiatan Dumud terus mendapatkan dukungan dari seluruh stekholder, Wali Kota Tarakan, dan Pemerintah Provinsi Kaltara,” tutupnya.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul menekankan pentingnya melestarikan budaya di Kaltara, khususnya di Kota Tarakan. Gelar Adat Budaya Dumud menjadi bagian dari calendar of event bersama Festival Iraw Tengkayu yang diharapkan dapat terus menjadi event nasional.
“Selain itu kita juga meresmikan peluncuran buku dalam bahasa Tidung sebagai upaya untuk mempertahankan dan melestarikan bahasa dan budaya lokal di Kota Tarakan yang dihuni oleh beragam etnis. Terima kasih juga kepada panitia, harapannya event ini bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga menjadi wisata yang mendukung sektor perdagangan, jasa, dan industri,” tandasnya.
Melalui kesempatan ini, Khariul juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengajak warga Selumit untuk menjadi pelopor dalam memajukan dan melestarikan budaya untuk menciptakan Kota Tarakan yang maju dan sejahtera. (*)

Reporter: Sunny Celine

Baca Juga :  Lahan Seluas Dua Hektar di Pantai Amal Ludes Terbakar

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *