Cegah Longsor, Warga Desa Atap Tanam Rumput Vetiver di Pesisir Sungai

benuanta.co.id, NUNUKAN – Cegah bencana longsor, warga di Desa Atap, Kecamatan Sembakung bersama personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan menanam rumput vetiver di area pesisir sungai.

Kepala BPBD Nunukan, Arief Budiman mengatakan rumput vetiver atau lebih populer dengan julukan akar wangi memiliki fungsi yang baik dalam mencegah terjadinya erosi tanah.

Vetiver memiliki akar yang kuat dan tebal. Sehingga penanaman rumput vetiver dinilai ampuh untuk menahan geseran tanah dan mencegah bencana longsor di Desa Atap.

“Jadi rumput vetiver ini diambil dari Salang kemudian dibawa ke Sembakung. Kalau informasinya, di Salang itu mereka langsung mengambilnya dari Bali,” kata Arief kepada benuanta.co.id, Rabu (6/12/2023).

Baca Juga :  BPBD Nunukan Diguyur Rp 250 Juta dari BNPB untuk Bagikan Air Bersih

Dikatakannya, akar rumput vetiver ini mampu tumbuh sampai 3-4 meter di dalam tanah, sehingga reviter sangat kuat dan sulit dicabut. Sehingga sangat efektif untuk mencegah tanah longsor. Bahkan, kata Arief, rumput vetiver itu sudah ditanam di beberapa daerah lainnya oleh BPBD di wilayah lainnya di tahun 2023 ini.

“BPDB di daerah lainya sudah banyak yang mulai melakukan penanaman rumput ini untuk mencegah longsor, seperti di Dusun Gergunung, Sebrang, Dusun Kalisari, Dusun Kalpucung I, Dusun Sambak dan masih banyak daerah lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ditinggalkan dr. Dulman, RSUD Nunukan Dipimpin Pelaksana Tugas  

Dijelaskannya, rumput vetiver ini mempunyai banyak manfaat. Mulai dari daunnya yang dapat menyerap karbondioksida, dapat digunakan pakan ternak, dapat mengusir hama, bisa dijadikan sebagai atap rumah maupun bahan dasar kertas.

Tak hanya daunnya, pada akarnya dapat mengurangi erosi tanah, menstabilkan tanah yang terkikis, toleran terhadap kekeringan sehingga cocok stabilisasi tanah lereng curam.

Selain itu, vetiver system merupakan sebuah teknologi sederhana yang berbiaya murah dengan memanfaatkan tanaman vetiver hidup untuk konservasi tanah dan air serta perlindungan lingkungan.

“Tanaman vetiver ini tanaman di tebing-tebing tinggi yang berada disamping pemukiman warga desa sebagai upaya peremajaan atau revitalisasi tebing-tebing pasca terjadi tanah longsor sekaligus upaya mitigasi bencana tanah longsor di kemudian hari,” jelasnya.

Baca Juga :  Stok Melimpah, Harga Bawang di Nunukan Rp 30 Ribu per Kilogram

Namun, penanaman vetiver hanya sebagai langkah pencegahan sementara, namun untuk penanganan langkah selanjutnya akan ditangani oleh pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Kaltara.

“Ini kan hanya langkah pencegahan jangka pendek saja, kalau untuk langkah panjangnya akan ditangani oleh pihak BWS,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Nikcy Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *