Inter Rebut Posisi Puncak Klasemen Usai Kalahkan Napoli

Jakarta – Inter Milan merebut kembali posisinya di puncak klasemen Liga Italia setelah menghantam Napoli dengan kemenangan 3-0 pada pertandingan yang dimainkan di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Minggu setempat atau Senin dini hari WIB.

Gol-gol indah dari Hakan Calhanoglu, Nicolo Barella, dan Marcus Thuram membawa Inter kembali melompati pesaing terdekat mereka, Juventus, yang sempat menduduki posisi teratas setelah mengalahkan Monza pada Jumat (1/12) silam, demikian catatan laman resmi Liga Italia.

Kemenangan besar pada Minggu menjadi tanda kekuatan dari Inter, yang belum terkalahkan saat menjalani laga tandang di semua kompetisi, setelah meraih kemenangan besar di stadion di mana mereka memiliki catatan buruk saat tampil di sana.

“Ini adalah pertunjukan kekuatan, semangat tim. Menang seperti ini di markas Napoli memuaskan, tetapi baru 14 pertandingan (yang dimainkan) dan masih jauh perjalanan yang harus dilalui,” kata pelatih Inter Simone Inzaghi seperti dikutip dari AFP.

Napoli yang merupakan juara bertahan liga kini tertinggal 11 poin dan akan bertandang ke markas Juventus pada akhir pekan mendatang. Pertandingan itu berpeluang mengakhiri harapan realistis untuk Napoli mempertahankan Scudetto sebelum akhir tahun ini.

Baca Juga :  Daftar Pemenang Piala Liga Inggris, Liverpool Terbanyak

Sebagai tambahan pukulan bagi Napoli, mereka terdepak dari empat besar klasemen, digantikan oleh AS Roma yang menang 2-1 atas Sassuolo pada pertandingan yang dimainkan lebih awal. Roma kini menghuni posisi terakhir pemilik tiket Liga Champions.

Sorotan kepada Napoli

Pelatih Napoli yang kembali, Walter Mazzarri, menolak untuk bicara setelah pertandingan, dan direktur olahraga Mauro Meluso mengungkapkan kemarahannya kepada wasit Davide Massa karena tidak menghentikan permainan atas pelanggaran sebelum gol pembuka Inter. Meluso juga kesal karena wasit tidak memberikan penalti untuk pelanggaran terhadap Victor Osimhen saat mereka tertinggal satu gol.

“Saya tidak ingin membuat alasan untuk tim kami, yang jelas masih perlu bekerja pada beberapa hal, tetapi kami tidak pantas mendapatkan kehinaan seperti hari ini,” kata Meluso.

Inter Milan yang diasuh Simone Inzaghi telah memenangi 11 dari 14 pertandingan liga mereka musim ini, dan setelah Hakan Calhanoglu mencetak gol pembukaan pada akhir babak pertama, mereka dengan cemerlang mengatasi Napoli yang penuh semangat.

Baca Juga :  Inter Milan Gunduli Atalanta 4-0

Tuan rumah Napoli memainkan laga kandang pertama mereka di bawah asuhan Mazzarri. Sayangnya tetapi tim tersebut hanya mengumpulkan tujuh poin dari tujuh pertandingan di Stadio Diego Armando Maradona.

Nicolo Barella menggandakan keunggulan Inter setelah tampil lebih dari satu jam untuk menjadi gol pertamanya musim ini. Hal itu terjadi tidak lama setelah kiper Yann Sommer melakukan penyelamatan brilian untuk menahan tembakan Khvicha Kvaratskhelia.

Barella melesat tanpa halangan dari tengah lapangan, dan setelah menerima umpan mendatar dari Lautaro Martinez, ia melewati Leo Ostigard dan Natan sebelum mengakhirinya dengan menaklukkan kiper Alex Meret.

Saat pertandingan tinggal menyisakan lima menit, Thuram memastikan raihan tiga poin bagi Inter dengan golnya yang memanfaatkan assist Juan Cuadrado. Itu merupakan gol kelima Thuram di Liga Italia pada musim pertamanya di Inter.

Kebangkitan Roma

Penalti Paulo Dybala pada menit ke-76 dan sepakan Rasmus Kristensen pada menit ke-82 membawa Roma meraih kemenangan dari pertandingan di markas Sassuolo yang mengakhiri laga dengan 10 pemain. Sassuolo unggul terlebih dahulu berkat gol Matheus Henrique pada menit ke-25.

Baca Juga :  Van Dijk antar Liverpool juarai Piala Liga Inggris

Kemenangan di Stadion Mapei terjadi datang ketika pelatih Jose Mourinho dilaporkan sedang diselidiki oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) karena mengatakan bahwa wasit Matteo Marcenaro tidak “memiliki stabilitas emosional untuk menjadi wasit di level yang tepat” sebelum pertandingan.

Pelatih asal Portugal tersebut mengecam Marcenaro, pada Sabtu (2/12). Marcenaro kemudian mengatakan bahwa perkataan Mourinho dapat “menyebabkan kekerasan” terhadap para wasit.

Meskipun sangat fasih dalam bahasa Italia, Mourinho bersikeras hanya berbicara dalam bahasa Portugis saat diwawancarai seusai pertandingan.

“Saya berbicara bahasa Portugal karena bahasa Italia saya tidak cukup baik untuk menjelaskan konsep-konsep tertentu,” klaim Mourinho.

“Ketika saya berbicara tentang stabilitas emosional, saya berbicara tentang kualitas yang diperlukan baik dalam hidup maupun sepak bola untuk tampil pada level tertinggi.”

Fiorentina hanya terpaut satu poin di belakang Roma dan Napoli di peringkat keenam berkat kemenangan mudah 3-0 atas tim juru kunci klasemen, Salernitana. Sedangkan Bologna terpaut satu poin lagi setelah bermain imbang 1-1 melawan Lecce.

Sumber : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *