Kebakaran Belakang BRI Disabotase?

benuanta.co.id, Tarakan – Kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah di belakang BRI RT 20 Kelurahan Selumit Pantai pada Selasa, 22 Agustus 2023 masih penuh tanda Tanya. Pasalnya, rumah pertama yang terbakar tidak berpenghuni dan tidak ada aliran listrik. Lalu, bagaimana pihak kepolisian mengidentifikasinya?

Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Randhya Sakthika Putra melalui Kanit Pidana Umum, IPDA Muhamad Izzadin Abdillah menjelaskan hasil sementara olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) diduga karena human error.

Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tarakan juga mengamankan beberapa barang bukti yang berkenaan dengan peristiwa nahas itu.

“Kita mengamankan satu buah ember merah dari tumpukan plastik yang terbakar yang terjadi pada 10 Agustus 2023 lalu. Ditemukan tumpukan lelehan terbuat dari bahan plastik yang berbeda di rumah sumber api tersebut,” bebernya saat ditemui, Rabu (23/8/2023).

Baca Juga :  Bea Cukai Tarakan Dorong Produk UMKM yang Berpeluang Ekspor

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan dua botol alkohol kosong dalam kondisi setengah terbakar dan arang bekas kebakaran di titik api. Adapun posisi ember dan botol alkohol itu berada di lantai. Dari serangkaian olah TKP ditemukan banyak barang yang mudah terbakar berada di lokasi tersebut.

“Karena di bawahnya barang-barang yang mudah terbakar semua,” lanjutnya.

Diketahui, rumah yang diduga menjadi sumber api merupakan milik warga bernama Bustang. Rumah tersebut pun disinyalir sudah ditinggalkan sejak 3 tahun lalu oleh pemilik. Aliran listrik pun juga sudah dicabut oleh pihak terkait sejak rumah itu ditinggalkan.

Baca Juga :  Bea Cukai Tarakan Realisasikan Target Sebesar 46 Persen pada Semester Pertama

“Jadi adanya sumber dari listrik itu dapat terbantahkan karena rumah tersebut tidak dialiri listrik. Kesimpulan dari hasil sementara ini diduga adanya human error,” imbuh Izzadin.

Human error yang dimaksud ialah percikan yang dapat menimbulkan api seperti ada yang membuang puntung rokok atau membakar sampah. Namun, hal itu belum dapat disimpulkan polisi. Perwira balok dua itu mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat menggunakan api terlebih didekat barang yang mudah terbakar.

“Dugaan sabotase masih kami selidiki, kami pelajari untuk hasil olah TKP-nya,” tambahnya.

Sejauh inipun belum terdapat laporan yang dilayangkan warga ke polisi. Termasuk dari pemilik rumah sendiri. Lebih jauh dikatakannya, telah terdapat beberapa saksi yang diperiksa yang berasal dari warga sekitar. Keterangan yang diperoleh pun menyebutkan terdapat suara api yang sudah membesar pada pukul 03.30 WITA.

Baca Juga :  Miliki Tingkat Keamanan Tinggi, Imigrasi Tarakan Diberikan Target Pengguna E-Paspor

“Saksi ada yang melihat api di bagian tengah kontrakan rumah tersebut. Kemudian meminta tolong kepada warga sekitar, jadi yang melihat secara pasti api tersebut belum dapat kami pastikan, baru orang yang mendengar adanya kebakaran,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2639 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *