Kurangi Volume Sampah Masuk TPA, DLHK Berau Ajak Pegawainya Kelola Bank Sampah

benuanta.co.id, BERAU – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau terus menggalakkan program bank sampah di masyarakat Kota Sanggam.

Selain bernilai ekonomis, dengan program bank sampah dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Kepala DLHK Berau Mustakim Suharja mengatakan, untuk menggalakkan program tersebut, terlebih dahulu mulai menerapkan kepada pegawai di lingkungan DLHK.

“Menurut saya sebelum mengedukasi ke masyarakat, pegawai di lingkungan DLHK harus menjadi contoh. Jadi semua pegawai DLHK wajib jadi nasabah bank sampah. Setiap pegawai wajib setor sampah yang bernilai ekonomis ke bank sampah yang dikelola DLHK,” ungkapnya, Ahad (13/8/2023).

Baca Juga :  Wakil Bupati Gamalis Apresiasi Kejari Berau Ungkap 16 Perkara TPUL

Lebih lanjut Mustakim mengatakan, untuk menekan jumlah sampah yang masuk di TPA perlu adanya pemilahan, salah satu langkahnya dengan menggunakan bank sampah.

Karena berdasarkan data timbulan sampah yang ada di Kabupaten Berau Tahun 2022 lalu sebesar 49.801 ton.

“Artinya rata-rata sampah yang dihasilkan dari masyarakat Kabupaten Berau sebesar 136,44 ton hari,” ucapnya.

Sumber timbulan sampah selain sisa makanan, 26,74 % bersumber dari sampah plastik. “Sampah masuk mencapai 60-70 ton/hari,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Imbau Pengusaha UMKM Buat Inovasi Ekonomi Kreatif Pasca Tambang

Saat ini kegiatan yang sedang dilakukan DLHK Berau yakni memberikan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah.

Sosialisasi ini tak hanya di lakukan secara langsung ke masyarakat, namun kata dia melalui kanal-kanal edukasi social media seperti Youtube, feed Instagram dan Facebook, podcast, dan plat form media sosial lainnya.

“Imbauan membuang sampah pada tempatnya sudah tidak relevan lagi. Saat ini yang perlu dilakukan masyarakat adalah bagaimana cara masyarakat memilah sampah rumahan,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Hadiri Pengukuhan DPC IWAPI Berau

Kendati demikian dengan program tersebut diyakini dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

“Sebesar apapun TPA kalau hulunya tidak diurus tidak akan cukup. Sampah tambah meningkat. Artinya masih perlu penanganan serius,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2034 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *