Dukung Sektor Perkebunan, Bupati Berau Ingin Bangun Perekonomian Warga Lewat Pabrik Cokelat

benuanta.co.id, Berau – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berkomitmen kuat untuk mengembangkan semua potensi yang ada di sektor perkebunan. Salah satunya yaitu kakao Berau yang berasal dari Kecamatan Kelay, baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat karena memiliki rasa yang unik.

Disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih di hadapan seluruh prangkat desa dan masyarakat untuk tidak segan-segan berkomunikasi dengan Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di daerah pilihan (Dapil) masing-masing untuk mengusulkan bibit kakao, pemeliharaan hingga pengemasan maupun bibit komoditas unggulan lainnya.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2114 votes

“Saya bersama kepala dinas terkait berkomitmen untuk mendukung potensi yang ada di kampung masing-masing. Baik itu cokelat maupun komoditas lain,” ucapnya Rabu (29/3/2023).

Bahkan pihaknya kini memiliki keinginan untuk mendirikan pabrik cokelat di Kabupaten Berau.

“Saya ingin masyarakat Berau juga bisa merasakan cokelat lokal. Selain bisa dikenal secara luas, ekonomi masyarakat juga bisa meningkat. Sebab, sudah banyak permintaan bahan baku berupa biji kakao kering dari Berau untuk dikirim ke beberapa wilayah di Indonesia. Namun kita masih kekurangan kakao dan tidak bisa memenuhi kekurangan tersebut,” ungkapnya.

Adapun dijelaskannya luas lahan perkebunan kakao di Kabupaten Berau saat ini sekitar 1.050 haktare (ha).

“Sementara, permintaan masih banyak. Sehingga saya mengajak kepada semua kepala kampung untuk memaksimalkan potensi yang ada di kampung masing-masing. Silakan jika ada permintaan bantuan bibit kakao untuk berkomunikasi dengan kepala dinas terkait supaya permintaan masyarakat bisa dipenuhi,” jelasnya.

Sebab menurutnya, cokelat dari Berau menjadi rebutan bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia.

“Ekspornya pun sudah sampai negara Swiss, Amerika Serikat, hingga Jerman. Ini merupakan salah satu cara kita untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Kata dia, ke depan kepala dinas terkait untuk membantu masyarakat karena orang nomor satu di Bumi Batiwakkal itu menyebutkan banyak yang berminat dan membutuhkan.

“Ini bukan hanya cerita belaka tapi ini benar terjadi dan kita bisa wujudkan. Sepanjang masyarakat mau didukung,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Disbun Berau, Lita Handini menambahkan pada prinsipnya komoditas kakao menjadi salah satu komoditas strategis di Kabupaten Berau.

“Jika memang ada keinginan masyarakat untuk menanam kakao tentu kami akan membantu, sepanjang mengikuti prosedur yang ada,” tuturnya.

Adapun syaratnya bagi ingin berkebun kakao mereka harus membentuk kelompok tani, dan petaninya lahan yang siap dan tidak dalam Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK).

“Kalau itu semua terpenuhi silakan mengajukan proposal ke kami. Kita siap memberikan bantuan. Nanti kami akan lakukan verifikasi di lapangan, kalau semua persyaratan administrasi dan teknis terpenuhi pasti kita memberikan bantuan karena memang itu target kita untuk memperluas komoditas kakao di Berau,” terangnya.

Dijelaskannya, permintaan kakao mencapai 200 ton belum bisa terpenuhi, sehingga pihaknya mengimbau kepada semua kampung yang ingin dan serius mengembangkan kakao pasti akan dibantu.

“Baik berupa bibit kakao, pupuk, pengendalian hama penyakit hingga pelatihan.  Kami konsern untuk itu sesuai dengan amanah Bupati Berau,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *