Penyebab Serta Ciri Luka Operasi yang Mengalami Infeksi

Jakarta – Ketua Pusat Resistensi Antimikrba Indonesia (PRAINDO) dr. Harry Parathon, SPOG (K) menjelaskan bahwa penyebab luka operasi yang menyebabkan infeksi pada seseorang bisa terjadi dikarenakan kuman atau bakteri yang tumbuh di area tersebut.

“Penyebab luka operasi itu bisa multifaktor. Banyak. Bisa karena ada kuman atau ada bakteri. Bakterinya bisa karena kelebihan antibiotik, bakterinya mengalami mutasi dan menyebabkan kesakitan pada manusia. Atau dia mendapat bakteri resisten dari pasien lain,” kata Harry saat diskusi daring, Selasa.

Tak hanya itu, Harry juga menjelaskan bahwa ada pula hal-hal yang dapat membuat infeksi mudah terjadi pada seseorang. Misalnya memiliki gula darah tinggi, atau pun menjalani operasi yang rumit dan menggunakan banyak alat-alat medis.

Baca Juga :  Nyamuk Wolbachia Akankah ke Kaltara? Ini Kata Dinas Kesehatan

Kondisi-kondisi tertentu juga bisa menyebabkan seseorang mudah terkena infeksi. Misalnya seseorang dengan usia lanjut, ibu hamil, seseorang dengan penyakit komorbid, serta anak-anak.

“Ada risiko juga yang membuat infeksi itu mudah terjadi. Kalau kadar gulanya tinggi, teknik operasinya susah, lama, berdarah-darah. Justru makin banyak dijahit, benda asingnya makin banyak, timbul risiko mudah infeksi,” katanya.

“Risikonya bisa dikendalikan. Karena usianya misalnya. Usia lanjut mudah terkena infeksi dibandingkan dengan usia muda. Ibu hamil, itu mudah. Anak-anak dan punya komorbid juga demikian. Operasi emergency juga mudah sekali timbul luka infeksi dibandingkan dengan yang direncanakan,” sambungnya.

Baca Juga :  Nyamuk Wolbachia Akankah ke Kaltara? Ini Kata Dinas Kesehatan

Ciri-ciri luka operasi yang megalami infeksi
Lebih lanjut, Harry menjelaskan jika luka operasi tidak mengalami infeksi, maka luka tersebut pun akan sembuh dalam 10 hari. Akan tetapi jika mengalami infeksi, maka pada hari ke-3 setelah operasi, luka tersebut pun akan terasa nyeri.

“Luka operasi itu kalau tidak mengalami infeksi, dia akan sembuh dalam waktu 10 hari. Berapapun panjangnya luka operasi, dia akan sembuh sendiri. Ciri-ciri luka yang mengalami infeksi, biasanya pada hari ke-3 dia mulai terjadi nyeri di sekitar luka. Kemudian mulai bengkak,” paparnya.

“Dilanjutkan juga dengan muncul kemerahan. Nanti hari ke-4 dan ke-5 jahitannya mulai kebuka sedikit-sedikit. Kemudian keluarlah nanah dari luka itu. Nah kalau sudah keluar nanah pasti sudah infeksi. Pasti penyebab infeksi pada luka adalah bakteri. Hanya jenis bakterinya yang harus diperiksa,” imbuhnya.

Baca Juga :  Nyamuk Wolbachia Akankah ke Kaltara? Ini Kata Dinas Kesehatan

Bakteri tersebut perlu diperiksa untuk mengetahui antibiotik apa yang cocok untuk mengobati infeksi tersebut. Sebab, Harry mengatakan bahwa saat ini belum ada satu antibiotik yang bisa menyembuhkan segala jenis bakteri.

“Karena tiap masing-masing bakteri punya tingkat resistensi sendiri-sendiri. Punya kecocokan antibiotik sendiri-sendiri. Tidak semua antibiotik cocok. Belum ada satu antibiotik yang bisa menyembuhkan semua bakteri,” pungkasnya. *

 

Sumber : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *