benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Bangun forum komunikasi terkait kelestarian adat suku Tidung, Bupati Kabupaten Tana Tidung Ibrahim Ali, melakukan silaturahim bersama dengan para tokoh masyarakat adat Tidung, di Ruang Rapat Wakil Bupati.
Bupati Ibrahim Ali memjelaskan saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung sedang melakukan upaya untuk mempertahankan adat dan budaya suku Tidung di kabupaten paling bungsu dua Kaltara.
Seperti membentuk lembaga adat suku Tidung di Kecamatan Sesayap Hilir, merencanakan pembangunan balai adat hingga ingin memasukan pembelajaran bahasa Tidung dalam muatan lokal pembelajaran di sekolah.
“Semua hal itu sudah mulai kitaa jalankan dan memang kita akui, beberapa tahun terakhir perkembangan adat istiadat dan budaya kita mengalami penurunan akibat kemajuan teknologi. Sehingga kita perlu melalukan upaya untuk melestarikan adat istiadat dan budaya kita,” kata Ibrahim Ali, Kamis 16 Juni 2022.
Khusus untuk mata pelajaran bahasa Tidung, Bupati mengharapkan hal tersebut bisa diterapkan di sekolah. “Jangan sampai kita fasih bahasa asing tapi kita melupakan bahasa nenek moyang kita sendiri. Bahasa Tidung memiliki ciri khas tersendiri dalam menjadi identitas kebangsaan kita. Sehingga dalam mempertahankan nilai bahasa Tidung ini kita harus mewariskannya ke generasi kita,” ujarnya.
Di sisi lain salah satu tokoh adat Tidung yang juga merupakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tana Tidung, Jafar Sidik menyebut saat ini pihaknya bersama dengan lembaga adat sudah mengajukan permohonan ke Balai Bahasa Provinsi Kaltara.
Namun sebelumnya harus dilakukan kajian bahasa dan verifikasi bahasa dalam membuat pengartian bahasa Tidung ke dalam bahasa Indoensia.
“Wewenangnya memang ada di Balai Bahasa. Nanti pihak Balai Bahasa bersama dengan lembaga adat yang sudah terbentuk akan melakukan pengartian, pemaknaan hingga rumus pengucapan dan penulisan bahasa Tidung yang benar,” tutur Jafar.
“Kita harap hal ini dapat berjalan dengan baik. Apalagi kamus bahasa Tidung sebenarnya juga sudah ada, tinggal menyempurnakannya saja agar tidak ada kesalahan dalam pengartian bahasa,” pungkasnya. (*)
Reporter : Osarade
Editor : Yogi Wibawa







