Groundbreaking Puspem KTT Baru Dijadwalkan Pertengahan Tahun Ini

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT) Ibrahim Ali menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Pusat Pemerintaha (Puspem) KTT yang baru akan dilakukan pada pertengahan tahun ini.

Kepada benuanta.co.id, Bupati KTT Ibrahim Ali mengatakan proses peletakan batu pertama Puspem KTT yang baru direncanakan akan dilakukan pada bulan Mei atau Juni tahun ini. Lokasi peletakan batu pertama itu akan dilakukan digedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang baru.

“Insyallah progres Puspem ini akan berjalan dengan baik, kita doakan saja agar pembangunan KTT kedepan semakin lebih baik lagi,” kata Ibrahim Ali, Jumat (18/3/2022).

Puspem ini sendiri diwacanakan dibangun di atas seluas 400 hektare, yang berada disekitaran Bundaran KTT. Lahan seluas 400 hektare itu akan dibangun sejumlah infrakstruktur dan sarana-prasarana pemerintahan.

“Insyallah semua gedung pemerintahan nanti akan terpusatkan di Puspem ini, sehingga segala urusan administrasi pemerintahan dapat berjalan maksimal dan pertembuhan pembangunan dan ekonomi KTT juga dapat berjalan tumbuh ke atas,” ujarnya.

Perpindahan Puspem tidak akan menganggu wilayah Tideng Pale sebagai pusat ekonomi KTT. Menurutnya, dengan perpindahan Puspem tatanan ekonomi di wilayah Tideng Pale bisa jauh lebih maju daripada saat ini.

“Seperti IKN pindah ke Kaltim, pusat ekonominya tetap di Jakarta. Jadi jangan takut dengan hal yang bisa menghambat pembangunan kita. Hal ini sudah kita pikirkan dan sudah kita rencanakan dengan matang,” tegasnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi III DPRD KTT, Heri Rizal mengatakan Puspem dapat berjalan dengan baik karena adanya sinkronisasi program DPRD dan program Pemkab. Ditambah Puspem juga merupakan kegiatan multiyears yang penyelesaiannya akan dilakukan secara bertahap.

“Hal itu tidak akan menggoyahkan ekonomi dan keuangan daerah, karena ini dilakukan bertahap dengan target penyelesaian 1 masa jabatan pemerintahan kepala daerah. Kita akan dukung, karena sejak KTT menjadi daerah otonomi sendiri belum memiliki Puspem yang layak seperti kantor pemerintahan,” imbuhnya.

Kendati demikian, penggarapan Puspem ini juga mendapatkan tanggapan pro-kontra dari sebagian kalangan masyarakat KTT, khususnya yang ada di Tideng Pale.

Menurut, Alex salah satu warga Tideng Pale, selain akan meninggalkan Tideng Pale sebagai puspem KTT saat ini. Pemindahan Puspem juga dikhawatirkan bakal melumpuhkan tatanan ekonomi yang ada di Tideng Pale.

“Selama jadi Puspem saja ekonomi masyarakat sini tidak meningkat signifikan, apalagi kalau bukan jadi Puspem. Makanya banyak yang takut, kalau nantinya Tideng Pale akan tertinggal,” kata Alex.

Namun ada juga warga Tideng Pale yang mendukung upaya perpindahan Puspem ke lokasi yang baru. Jeki salah satunya yang menyebut perpindahan Puspem bisa saja akan membawa perubahan baru pada KTT.

“Jika selama ini mekanisme pemerintahan berjalan kurang optimal termasuk perputaran ekonominya, tentu puspem harus pindah untuk membawa perubahan. Karena tidak mungkin juga Pemkab asal pindah Puspem tanpa perhitungan yang matang,” tandas Jeki. (*)

Reporter : Osarade

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *