MALINAU – Kondisi alam yang buruk cukup menyulitkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir di Kecamatan Bahau Hulu.
Bupati Malinau, Wempi W Mawa sempat merencanakan meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Bahau Hulu. Namun hal itu harus diurungkan lantaran kondisi alam untuk menuju lokasi yang tidak memungkinkan.
“Sebenarnya saya ingin ke sana (Kecamatan Bahau Hulu). Namun tim BPBD kita melarang untuk ke sana saat ini. Karena hal itu akan percuma dan akan membahayakan keaelamatan kita semua,” kata Wempi.
Tidak hanya akibat cuaca dan deranya arus banjir yang ada disungai Bahau Hulu, putusnya akses jembatan penghubung yang ada di Sungai Bahau Hulu juga membuat desa sekitar menjadi sulit terakses saat ini.
“Kita mau naik perahu, arus sungai masih sangat deras. Naik pesawat kondisi di sana juga hujan deras, ditambah akses jalan darat yang saat ini juga tidak ada karena jembatan penghubung yang hanyut terseret banjir. Jadi memang sangat mustahil untuk ke sana saat ini,” ungkap Wempi.
Meski begitu Wempi telah berjanji kepada aparatur pemerintah yang ada di Kecamatan Bahau Hulu, untuk segera datang ke lokasi dengan membawa bantuan yang ada saat kondisi sudah memungkinkan.
“Saya sudah memberitahu Camat di sana, kita pastikan akan langsung ke sana jika kondisi sudah siap. Semoga kondisi ini segera membaik agar kita bisa segera ke sana dengan membawa bantuan yang dibutuhkan,” tutupnya. (*)
Reporter : Osarade
Editor : Nicky Saputra







