oleh

100 Hari Kerja Zainal-Yansen Pimpin Kaltara, Sudah 80 Persen Terlaksana

TANJUNG SELOR – 100 hari kepemimpinan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. H. Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum dan Dr. Yansen TP M.Si sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara periode 2021-2024 tinggal menghitung hari.

Tepatnya tanggal 25 Mei pekan depan, sejak dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara di Jakarta pada 15 Februari 2021, pasangan dengan akronim ZIYAP ini genap memimpin Kaltara selama 100 hari.

Selama kepemimpinannya, Zainal dan Yansen pun telah membuat sejumlah terobosan-terobosan baru dalam mewujudkan Kaltara Berubah, Maju dan Sejahtera sesuai visi misinya.

Menunggu, bukan ciri khas gaya kepemimpinan Zainal-Yansen selama menakhodai provinsi termuda di Indonesia ini. Buktinya, banyak para calon investor luar Kaltara yang terus berdatangan untuk turut berpartisipasi membangun Kaltara menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Tak hanya itu, segudang pekerjaan satu per satu mulai dibereskan Zainal-Yansen, kendati masih tahap kerangka yang akan dieksekusi pada waktu yang tepat. Khususnya untuk pekerjaan fisik.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja ke Kaltara Presiden Akan Lakukan Penanaman Bibit Mangrove di Tana Tidung

Di antaranya mengenai suntikan investasi untuk Pemprov Kaltara sebesar Rp180 triliun dari perusahaan Australia, Fortescue Future Industries Pty Ltd, anak usaha Fortescue Metals Group.

Investasi tersebut bertujuan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan.

“Insya Allah tahun ini investor dari Australia akan masuk melaksanakan pembangunan proyek PLTA. Itu nilai investasinya lebih kurang Rp 180 triliun,” ujar Zainal Arifin Paliwang belum lama ini.

Selain PLTA, kata Gubernur Zainal, rencananya investasi ini juga akan masuk ke Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Tanjung Palas Timur, Bulungan.

Diperkirakan kegiatan pada investasi mega proyek ini akan bisa merekrut lebih kurang 7.000 tenaga kerja. Hal ini akan menjawab masalah pengangguran di Kaltara.

“Saya dan Pak Yansen sudah mendata, dan membuka kembali janji-janji kami waktu kampanye. Nah, dari data yang ada telah tercatat sudah 80 persen yang sudah dilakukan,” kata Zainal.

Baca Juga :  Gubernur Kaltara Harap Ponpes Safinda Nunukan Lahirkan Hafiz Berakhlak Mulia

Kerangka kerja lainnya yang sudah tahap finishing adalah perubahan hari jadi Kaltara yang semula diatur lewat Pergub tertanggal 22 April menjadi 25 Oktober melalui Perda yang sudah disepekati bersama oleh DPRD Kaltara dan masyarakat Bumi Benuanta.

Termasuk perubahan serta penambahan ornamen pada lambang daerah Kaltara yang juga akan diperdakan setelah mendapat nomor register dari Kemendagri. “Saat ulang tahun Kaltara 25 Oktober tahun ini, Perda Hari Jadi Kaltara itu kita targetkan sudah disahkan,” katanya optimistis.

Sementara itu, Wagub Yansen TP mengungkapkan, kepemimpinan Zainal-Yansen dalam 100 hari ini adalah bagian dari aplikasi APBD yang telah diketok oleh pemimpin sebelumnya.

Meski begitu, telah banyak kebijakan yang sudah dikeluarkan untuk mengaplikasikan visi misi Zainal-Yansen. Pertama, urai Yansen, mengenai kewenangan yang diberikan kepada pemerintah desa yang kini terus digodok. Selanjutnya wajib belajar 16 tahun, serta kebijakan produk daerah seperti mengenakan batik Kaltara dan lainnya.

Baca Juga :  Gubernur Kaltara Genjot Anggaran 2022 untuk Pertanian dan Perkebunan

“Ini semua sedang dipersiapkan perangkatnya. Seperti Pergub dan Perda-nya. Kalau semua itu sudah klir, tahun depan kita sudah jalan,” jelas mantan Bupati Malinau ini.

“Mengenai rencana besar juga sudah ada kerangkanya. Misalnya baik masalah perikanan, infrastruktur, kesehatan maupun perkebunan dan lain-lainnya, sampai saat ini komunikasinya terus dijalin oleh Gubernur melalui Kementerian terkait maupun para investor. Semua komunikasi ke atas dan ke luar itu, bagian dari 100 hari kerja kita untuk ke depan,” jelasnya.

“Artinya dalam 100 hari ini tidak bisa serta merta langsung melakukan kerja fisik yang berskala besar. Namun InsyaAllah dari keseluruhan yang kita rencanakan kerangka kerjanya sudah berjalan. Sekarang ini masih merajut, sehingga belum bisa kelihatan,” tambah Yansen TP.

Tahun ini, tambah Yansen, Pemprov menargetkan pembangunan Gedung Sekretariat DPRD Kaltara. “Kalau dipacu tahun ini, paling lama tiga tahun selesai,” demikian Yansen. (sur)

Sumber: DKISP Kaltara
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *