Malinau – Bupati Malinau Wempi W Mawa membuka kegiatan rapat bersama jajaran forkopimda, jajaran OPD dan seluruh camat yang ada di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terkait dengan penetapan dan penguatan tentang larangan mudik, di Ruang Intulun kantor Pemkab Malinau.
Usai kegiatan Wempi mengatakan Pemkab tidak akan melarang masyarakat untuk melakukan aktivitas mudik saat hari raya Idul Fitri, hanya saja dalam aktivitas mudik nantinya Pemkab akan melakukan batasan dan pengetatan terkait Protokol Kesehatan (Prokes).
“Bisa mudik hanya dikhususkan di wilayah Kaltara saja, dan itu harus sesuai dengan ketentuan Prokes, namun jika diluar wilayah kaltara kita larang untuk mudik,” kata Wempi.
Meski saat ini sudah ada terbitan surat dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai larangan untuk mudik. Namun, menurut Wempi hal itu masih bisa jadi pengecualian tergantung dengan kondisi pandemik covid-19 di masing-masing daerah.
“Hanya kita yang paham dengan kondisi di wilayah kita dan berdasarkan pertimbangan yang matang, kita melarang masyarakat untuk mudik jika tujuannya di luar wilayah Kaltara,” ungkapnya.
“Soalnya kita tidak tahu kondisi di wilayah lain diluar sana seperti apa, kalau di Kaltara khususnya Malinau kondisinya kan sudah sangat baik tren covid-19 kita menurun. Makanya mudik hanya kita perbolehkan di sekitaran wilayah Kaltara saja,” pungkasnya.
Sedangkan untuk pemantauan arus mudik nantinya, Wempi menjelaskan akan berkordinasi dengan pihak terkait dalam mengawasi aktivitas keluar masuknya masyarakat dalam wilayah Malinau.
“Bersama TNI-Polri, Satpol PP dan Dishub kita sudah sediakan pos dititik terntentu. Jadi yang masuk nanti, kita wajibkan ada surat rapid, pengecekan suhu tubuh dan dikarantina mandiri, kita longgarkan mudik. Tapi kita perketat Prokes,” jelas Wempi.
Meski tidak melarang masyarakat untuk mudik, namun Wempi tetap berpesan kepada masyarakat Malinau agar tidak melakukan mudik, terkecuali untuk keadaan yang darurat saja.
“Meski boleh mudik untuk wilayah Kaltara, tapi kita minta untuk jangan memaksakan mudik. Kita longgarkan mudik ini agar masyarakat tidak terbebani pikirannya. Tapi mari kita pikirkan kesehatan bersama dengan tidak melakukan mudik,” tutupnya.(*)
Reporter: Osarade
Redaktur: Ramli







