Pelabuhan Tradisional di Nunukan Kerap Dijadikan Pelintasan Pekerja Migran Ilegal dari Indonesia

benuanta.co.id, NUNUKAN – Balai Pelayanan Pelindung Pekerja Migran Indonesia (BPPPMI) Nunukan, Kalimantan Utara (kaltara) terus melakukan upaya pencegahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak masuk ke Malaysia secara non prosedural.

Kepala BP3MI Nunukan, Kombes Pol F.J Ginting tekankan kepada calo agar tidak memanfaatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak tahu menahu dan kurang informasi serta merayu untuk mereka bekerja ke luar negeri dengan jalur yang salah atau secara ilegal.

Baca Juga :  Rektor dan Pakar Hukum UBT Bahas Potensi Ancaman Kebebasan Pers di Era KUHP Baru

“Calo ini seharusnya melindungi atau memberikan informasi yang benar agar mereka bekerja di luar negeri dengan aman, jangan hanya mengambil keuntungan dari pada calon PMI,” kata Ginting, Rabu (24/8/2022).

Selain itu, Ginting juga jelaskan ada pelabuhan tradisional yang sering di lewati sebagai perlintasan membawa PMI yang hendak masuk ke Malaysia lewat jalur ilegal, pelabuhan Aji Putri, Sei Bolong, Kandang Babi dan Orde Baru.

Baca Juga :  Rektor dan Pakar Hukum UBT Bahas Potensi Ancaman Kebebasan Pers di Era KUHP Baru

“Apa yang kita lakukan seperti sweeping bisa mengurangi jumlah deportasi dari Malaysia, karena mereka masuk jalur tidak resmi sehingga bisa saja sewaktu-waktu diamankan,” jelasnya.

Dengan mencegah mereka masuk secara Ilegal dengan melakukan sweeping setiap ketibaan kapal dari Sulawesi. Sebenarnya calo bisa saja menggandeng agen sehingga agen bisa mengurus secara formal maupun secara legal di SLTA BPPPMI, sehingga berangkat dengan benar dan pasti ada rejeki buat calo, selain amal yang mereka peroleh.

Baca Juga :  Rektor dan Pakar Hukum UBT Bahas Potensi Ancaman Kebebasan Pers di Era KUHP Baru

“Dari pada mereka sembunyi-sembunyi menggunakan kapal,” ujarnya.

Menurutnya, hingga akhir Desember 2022 pemulangan lebih kurang sebanyak 300, sehingga lambat tahun lima atau 10 tahun ini bisa normal, jadi tidak ada lagi deportasi, dan mereka juga masuk secara prosedural. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *