benuanta.co.id, TARAKAN – Perkara meninggalnya tiga orang yang diduga akibat laka laut masih terus ditangani kepolisian. Hingga sampai saat ini Sat Polair Polres Tarakan terus mendalami keterangan saksi yang berkaitan dengan kejadian nahas tersebut.
Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Polairud Polres Tarakan, IPTU Jamzani menegaskan penyelidikan masih terus berlanjut dengan mengumpulkan saksi yang melihat kejadian tersebut secara langsung.
“Penyelidikan tidak dihentikan sampai di sini. Ada saksi pada saat di tempat kejadian perkara (TKP), memang ada yang mengetahui, tapi mendengar saja suara tabrakan. Jaraknya kurang lebih 100 meter, memutar lah tugboat tadi, tapi ternyata menemukan mayat,” ujarnya, Kamis (10/3/2022).
Selain mendalami saksi, pihaknya juga tengah mengumpulkan barang bukti bersama Basarnas. Namun, hingga saat ini pihaknya hanya menemukan udang, uang dan tas milik korban. Sedangkan speedboat korban hingga kini belum juga ditemukan.
“Saksi ada 21 orang kita periksa, termasuk salah satu ABK kapal juga, kita mintai keterangan tambahan memang pada saat kejadian ada nelayan yang melihat tapi tidak tahu siapa, dan saat ini Unit Gakum masih terus melakukan penyelidikan,” bebernya.
Dari beberapa kasus laka laut, ia mengakui sulit menemukan barang bukti speedboat. Sebab, kedalaman laut yang tidak diketahui menjadi penghambat, meski telah dilakuan pencarian menggunakan trol dan alat Polair berupa sonar.
“Saksi sudah banyak, sekitar 21 orang sepertinya. Termasuk anak buah kapal (ABK) tugboat yang katanya mendengar. Ada juga keterangan tambahan, pada saat kejadian ada nelayan satu orang yang melihat, tapi tidak tahu siapa. Nah ini yang kami masih melakukan penyelidikan,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan reka adegan berkaitan kasus tersebut untuk membuat perkara ini lebih jelas dan petunjuk dari Polda Kaltara, saat gelar perkara belum lama ini.
“Bagaimana cara membawa korban ini. Kemudian, membawa udang muatan 9 box kali 40 kilo. Sampai di TKP, nanti kami buat dalam reka adegan tersebut. Kami akan pakai speedboat nanti, box itu juga kami isi nanti,” paparnya.
“Jadi, kalau muat kurang lebih 500 kilo dengan speedboat 40 PK, kecepatannya bagaimana. Harusnya datar saja jalannya, tidak bisa cepat dan tidak maksimal,” tambahnya.
Dalam reka adegan nanti, rencananya penyidik akan mengundang dari KSOP, Basarnas yang melakukan pencarian dan saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian. Pihaknya menyesuaikan cuaca juga nanti, agar pelaksanaan rekontruksi tidak terpengaruh gelombang atau hujan. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa







