Anak SD Diduga Meregang Nyawa Akibat Tersengat Listrik, Polisi Periksa 4 Saksi

benuanta.co.id, TARAKAN – Satreskrim Polres Tarakan melakukan penyelidikan terhadap meninggalnya anak berinisial MSR yang diduga tersengat listrik pada Jumat, 13 Desember 2024 lalu. Diduga, MSR meregang nyawa setelah tersengat listrik yang ada di area peti kemas bermuatan ikan.

Kejadian ini di Jalan Gajah Mada Kelurahan Karang Rejo sekira pukul 13.30 WITA. Awalnya, MSR tengah bermain mencari kodok bersama teman-temannya. Lalu, korban menuju genangan air yang ada tepat di bawah peti kemas tersebut.

“Biasa memang mereka mencari anak kodok di sana. Karena ada genangan air dan mungkin sebagian ada arus listrik, korban tersetrum,” ujar Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Randhya Sakthika Putra, saat dihubungi, Senin (16/12/2024).

Baca Juga :  Penyidikan Perkara Tambang, Kejati Kaltara Geledah 5 Instansi di Kabupaten Nunukan

Musibah yang menimpa MSR juga terekam CCTV. Dalam pantauan kamera pengintai, korban saat itu tengah sendirian.

Dilanjutkan Randhya, menemukan korban ditemukan dalam keadaan tergeletak dan masih menggunakan seragam sekolah. Polisi menduga kuat, korban meninggal di tempat usai tersengat listrik.

“Pasti meninggal di tempat, kami belum tahu. Tapi pada saat dari CCTV, korban sudah tidak sadar di TKP,” lanjutnya.

Baca Juga :  Istri Oknum Polisi di Tarakan Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka dan Ditahan

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Tarakan bersama PLN Tarakan, didapati bahwa arus listrik dari rumah ke peti kemas tidak ada masalah. Namun pihaknya masih menunggu pemeriksaan ahli terkait arus listrik dalam kontainer.

Begitu juga dengan penempatan peti kemas yang memang diletakkan di lokasi tersebut.

“Kalau reefer container ini memang ditaruh di sana, sesuai arahan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltara. Sekarang, arus listrik di dalam kontainer sudah dimatikan dan isi ikan sudah dipindahkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Residivis Bobol Kontrakan di Karang Anyar, Dua Laptop Raib

Randhya menyebut, pihaknya masih mendalami besaran arus listrik yang menyebabkan korban meninggal dunia. Hingga kini saksi yang sudah diperiksa polisi sebanyak 4 orang, diantaranya dari pemilik ikan, pemilik peti kemas dan teknisi peti kemas.

“Sementara orang tua korban belum kami periksa. Kami juga masih dalami, apakah korban baru pulang sekolah dan sekolah dimana,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *