benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Diduga sempat tidak mengizinkan pihak luar untuk ikut campur dalam proses penyelamatan korban longsor kecelakaan kerja, pihak PT. Pipit Mutiara Jaya (PMJ) kini sudah membuka ruang terhadap pihak-pihak terkait untuk turut membantu proses pencarian sisa korban longsor dari kecelakaan kerja yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Sengkong, Kabupaten Tana Tidung (KTT).
Sekretaris Kabupaten (Sekab) KTT, Said Agil mengatakan kalau saat ini pihak PT PMJ sudah memberikan ruang terhadap tim penyelamat dari luar perusahaan untuk ikut serta ke dalam proses pencarian.
“Sebelumnya memang tidak boleh, saya juga tidak tahu alasannya kenapa. Tapi dari informasi terbaru yang saya dapatkan itu katanya tim Badan Penanunggalan Bencana Daerah (BPDB) kita, itu sudah diperkenankan untuk masuk ke dalam lokasi kejadian,” kata Agil pada Senin, 4 April 2022.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KTT, Darwis mengatakan hingga proses pencarian saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan korban terakhir kecelakaan kerja PT. PMJ.
“Dari 6 korban, 4 korban berhasil ditemukan selamat, 1 korban ditemukan tidak bernyawa dan 1 korban masih dalam proses pencarian,” kata Darwis.
Untuk proses pencarian, Darwis mengungkapkan kalau batas minimal dilakukannya proses pencarian ini hanya berlaku selama 7 hari, terhitung dimulainya proses pencarian.
Jika nantinya dalam 7 hari proses pencarian korban tidak ditemukan, maka akan dilakukan rapat koordinasi lanjutan mengenai proses pencarian ini.
“Kalau biasanya waktunya seminggu. Tapi tergantung pihak perusahaan dan pihak keluarga korban lagi. Apakah nanti proses pencarian akan tetap lanjut atau tidak,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, pihak PT. PMJ sempat menutup diri kepada pihak luar untuk ikut serta dalam proses pencarian ini.
“Saya tidak tahu alasannya, hanya saja pihak perusahaan merasa sudah punya tim penyelamat sendiri, sehingga awalnya belum mengizinkan pihak luar untuk ikut membantu,” kata Darwis.
Ia menambahkan, saat ini bahkan personel saya masih bersiap di pintu masuk perusahaan untuk berjaga-jaga bila sudah diizinkan masuk ke dalam lokasi kecelakaan.
“Personel tetap stand by, karena bagaimanapun juga kejadian ini terjadi di KTT dan sudah seharusnya jika BPBD KTT ikut terlibat dalam misi penyelamatan manusia ini,” pungkasnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Matthew Gregori Nusa







