benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan baru saja meresmikan wisata kuliner yang terletak di Kelurahan Sebengkok, Sabtu 15 Januari 2022 malam. Sebelum diresmikan Walikota Tarakan, Presiden RI Joko Widodo juga sempat berkunjung ke lokasi ini untuk memberikan bantuan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL).
Walikota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes menerangkan wisata kuliner ini telah digarap sejak tahun 2021 lalu. Di lokasi tersebut tidak hanya rombong untuk pedagang saja, melainkan tersedia fasilitas seperti tempat duduk dan lampu taman bagi para pengunjung.
“Ini daerah yang cukup memungkinkan untuk dibuat seperti kawasan Malioboro dengan lalu lintas yang tidak terlalu ramai, space jalan cukup luas di daerah ini. Harapannya bisa mencontoh daerah-daerah yang lain seperti Simpang Lima Semarang juga,” terang Walikota Khairul, Sabtu (15/1/2022).
Menarik minat agar datang ke wisata kuliner Sebengkok ini, masyarakat juga akan mendapatkan hiburan live musik yang akan tampil setiap malam Minggu.
“Yang mau nonton silahkan, singgah silahkan, mau belanja juga silahkan, tidak ada penutupan jalanan. Rencananya juga nanti tiga bulan sekali kita adakan car free day di area ini,” tutur Khairul.
Berdasarkan pantauan benuanta.co.id, terdapat sekitar 54 rombong pedagang yang menjual aneka macam makanan ringan seperti gorengan, fastfood. Kemudian minuman seperti jus buah hingga botol kemasan.
“Potensi perputaran ekonominya cukup besar, tadi saya tanya pedagang penghasilannya Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta perhari,” tegasnya.
Khairul mengaku Pemkot Tarakan tak mengambil untung dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meskipun dalam pengelolaan taman wisata kuliner ini telah tersedia petugas kebersihan dan keamanan.
“Sebenarnya nggak ada untung-untungan karena ini UMKM, mungkin parkirnya kali. Tapikan itu diatur juga sudah sama Perumda Aneka Usaha. Cuma uang untuk membayar tenaga kebersihannya itu kan 500 ribu perbulannya” ujarnya.
“Di sini rombongnya sudah penuh, dan kita akan buka lagi di tempat lain kan seperti taman 99 juga ada, taman berlabuh walaupun belum optimal, taman lingkas juga. Kita optimalkan taman semaksimal mungkin,” pungkasnya. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa







