NUNUKAN – Warga dihebohkan dengan penemuan mayat yang mengapung di Bentangan Rumput Laut di Pancang Kuning, Pulau Sebatik, sekira pukul 08.00 Wita, Selasa 3 November 2020.
Dikatakan Kasat Polair Polres Nunukan, AKP Fendi Maradjani ,SH, berdasarkan informasi dari masyarakat yakni Hairuddin, yang saat itu melakukan penanaman rumput laut di Pancang Kuning, dirinya menemukan mayat yang sudah terapung di atas bentangan tali rumput laut warga.
Baca Juga: Mencari Bocah Malaysia yang Tenggelam, Petugas Temukan Mayat Pria Tersangkut di Rumput Laut
“Mereka melaporkan ke tim Salpolair, dari laporan itu saya sendiri yang memimpin anggota langsung menuju ke TKP, bersama tim gabungan, dan berkoordinasi dengan Basarnas. Yang mana pada saat itu mereka melakukan pencarian hari ketiga adanya WNA hanyut di wilayah perairan Indonesia,” kata Fendi, kepada benuanta.co.id.
Lanjut dia, identitas mayat itu belum diketahui, namun ciri-ciri mayat tersebut berambut keriting warna hitam, dengan usia 40 tahun. Posisi korban saat ditemukan tengkurap, dengan mengunakan jaket warna biru muda, namun tidak menggunakan celana.
Saat ini juga belum diketahui penyebabnya, dan masih ditangani oleh Satreskrim Polres Nunukan. “Masih memerlukan proses di antaranya seperti visum, apakah ada tanda-tanda kekerasan atau tidak. Saat ini korban dibawa ke RSUD Nunukan,” tutupnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin







