benuanta.co.id, TARAKAN – Pemandangan udara Kota Tarakan dipenuhi kabut berwarna abu-abu sejak Senin, 2 Oktober 2023 pagi. Kabut ini dikhawatirkan dapat menganggu arus lalu lintas penerbangan udara dan sejumlah aktivitas masyarakat lainnya.
Namun Kepala Bidang (Kabid) Teknik dan Operasional Bandara Juwata Tarakan, Purnama menjelaskan, sejauh ini jarak pandang untuk penerbangan masih normal dan pilot pun belum menginfokan adanya gangguan akibat kabut.
“Bagi pilot kondisi tersebut masih aman,” singkatnya melalui panggilan seluler.
Purnama mengatakan, kabut yang menghalangi jarak pandang pilot pernah terjadi di Provinsi Sumatra tepatnya di Kepulauan Riau karena kebakaran hutan. Namun hingga ini kejadian tersebut belum terjadi di Kalimantan Utara (Kaltara) khususnya Kota Tarakan.
Ia menilai, kabut asap kerap terjadi jika ada kebakaran hutan. Purnama menerangkan, kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap menyebabkan terjadi pergeseran arah angin, sehingga asap tersebut menutup permukaan udara dan area penerbangan. Ia memastikan jika penerbangan di Kaltara khususnya di Tarakan berjalan normal.
Purnama menghimbau kepada penumpang pesawat dan masyarakat agar tetap tenang menyikapi kondisi tersebut. Pihaknya kerap menyampaikan hal tersebut melalui media sosial yang mereka miliki dan juga melalui pemberitaan yang disebarluaskan awak media.
“Khusus di Kota Tarakan masih normal, untuk provinsi lain saya belum bisa menyampaikan hal tersebut,” tutupnya. (*)
Reporter: Okta Balang
Editor: Yogi Wibawa







