benuanta.co.id, NUNUKAN – Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 mendatang, harga ayam potong broiler di pasar rakyat Yamaker atau Liem Hie Djung Nunukan naik drastis.
Anti (38) salah satu pedagang ayam potong menyampaikan, harga ayam saat ini berkisar Rp 45 hingga Rp 48 ribu per kilogram. Sedangkan untuk harga normalnya hanya berkisar pada Rp 38 per kilogramnya.
“Memang lagi naik sekitar Rp 7 ribu naiknya kalau kita bandingkan dengan harga normalnya,” ujar Anti kepada benuanta.co.id, Rabu (21/12/2022).
Anti menyebut, naiknya harga ayam potong sejak memasuki bulan Desember tahun ini disebabkan oleh kurangnya pasokan ayam potong broiler dari peternak yang beriringan dengan mahalnya harga bibit dan pakan ayam saat ini.
Ia menyampaikan, naiknya harga ayam tidak semerta-merta atas kemauan para pedagang. Naiknya harga ayam lantaran harga yang dijualkan oleh peternak di kandang juga mengalami kenaikan.
“Sekarang kita ambilkan di peternak satu kilo itu Rp 31 ribu sedangkan dulu hanya Rp 28 ribu, kalau harganya Rp 28 ribu kita jualkan Rp 38 ribu,” katanya.
Kendati begitu, Anti memperkirakan tidak akan lagi mengalami kenaikan harga hingga hari raya Natal.
Bahkan, para pedagang juga mengeluhkan minat para pembeli juga ikut menurun, hal ini dibuktikan dengan pemasokan yang ia dapatkan. “Karena harga ayam lagi naik, jadi minta para pembeli juga menurun, ini saja sudah dekat hari Natal tapi pembeli juga masih sepi. Dalam sehari bisa jual 5 sampai 10 potong saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Aziziah (42) salah satu penghujung pasar mengatakan, ia lebih memilih untuk membeli ikan jika dibandingkan dengan ayam potong, hal ini lantaran harga ayam potong per kilonya yang dinilai sangat mahal.
“Harga ayam sekarang Rp 45 ribu, sedangkan kalau kita beli ikan dengan uang senilai begitu bisa kita dapat dua kilo ikan,” singkat Azizah. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Yogi Wibawa







