Jelang Nataru 2023, Komoditas Bawang Merah Tembus Rp 50 Ribu

benuanta.co.id, TARAKAN – Menjelang akhir tahun harga bahan pokok di pasaran disinyalir mengalami kenaikan terutama pada komoditas bawang merah.

Berdasarkan pantauan benuanta.co.id, harga bawang merah saat ini tembus di angka 45 hingga 50 ribu. Pemerintah Kota Tarakan pun sempat melakukan sidak untuk mengecek langsung kenaikan harga yang terjadi pun dengan stok yang ada di pasaran.

Kepala Dinas Peternakan Pertanian Tanaman Pangan (Disnaktangan) Kota Tarakan, Elang Buana mengatakan bahwa naiknya harga jelang hari-hari besar merupakan harga psikologis yang sering terjadi.

Baca Juga :  Rekrutmen PT KAI di Luar Kaltara Picu Polemik, Ekonom Minta Utamakan Tenaga Kerja Lokal

“Jadi masyarakat jauh hari sebelumnya sudah menyiapkan uang untuk pembelajaran, kadang-kadang kalau Islam itu lebaran, begitu juga kaum Nasrani pasti sudah menyiapkan uang untuk pembelanjaan,” bebernya saat ditemui Benuanta, Rabu (21/12/2022).

Ia juga menegaskan bahwa stok bawang merah terpantau cukup aman. Meski pihaknya juga mengingatkan kepada pedagang agar tidak terlalu menaikkan harga komoditas dan mengambil keuntungan sewajarnya.

Baca Juga :  Telkomsel Area Pamasuka Siaga Melayani Sepenuh Hati Selama Ramadan dan Idulfitri 2026

“Kita turun untuk penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) seperti minyak goreng, bawang juga,” tukasnya.

Pihaknya bersama dinas lainnya juga membuka pasar murah dengan tujuan sebagai alternatif tempat belanja masyarakat. Dengan komitmen tidak mematikan usaha pedagang lainnya.

Disinggung soal ketersediaan komoditas lain, Elang menegaskan semua stok aman menjelang Natal dan juga tahun baru.

“Memang ada kenaikan pada komoditas lainnya dan setelah kita tinjau kenaikannya tidak signifikan, dan kita jamin stoknya aman,” tandasnya.

Baca Juga :  Hyper 5G Telkomsel Dukung Kelancaran Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang dan Pontianak

Sementara itu, pedagang bawang merah di pasaran, Melly (24) mengaku memang harga yang dijualnya berkisar antara 45 ribu. Ia juga mengatakan bahwa penentuan harga ini sudah ditentukan sebelum ia mengambil pasokan dari wilayah Sulawesi.

“Iya memang segitu sih harganya, sempat dikeluhkan juga sama pelanggan saya tapi apa boleh buat kita jual saja kan, karena saya ambil dari Sulawesi juga,” singkatnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *