Jelang Nataru, Harga Beberapa Bahan Pokok dan Pangan Diperkirakan Naik

benuanta.co.id, TARAKAN – Beberapa harga bahan pokok dan pangan di Kalimantan Utara (Kaltara) diperkirakan akan meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Desember 2022 mendatang.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kaltara, Hasriyani melalui Pengawas Perdagangan ahli Muda, Septi Yustina Marthin, SE, MAP, mengatakan terdapat 9 komoditi bahan pokok dan pangan yang menjadi pantauan Disperindagkop Kaltara.

“Yang diperhatikan mulai dari beras, daging ayam, daging sapi, terigu, minyak goreng, telur ayam, cabai, gula pasir hingga kedelai,” ujarnya, Rabu (16/11/2022).

Baca Juga :  Wujudkan Hunian Impian dengan MLT BPJS Ketenagakerjaan

Di antara bahan-bahan pokok dan pangan tersebut, dijelaskan Septi berpotensi akan mengalami kenaikan pada Nataru mendatang.

“Yang berpotensi kuat terjadi peningkatan harga yakni, daging ayam, daging sapi, telur, cabai dan bawang merah,” sebutnya.

Septi lanjut menjelaskan, kemudian terdapat 3 jenis stok bahan pangan dan pokok yang mengalami penurunan sejak Bulan November 2022.

“Stok yang paling mengalami penurunan jumlah di Bulan November yakni daging sapi, tepung terigu dan kedelai,” sebutnya.

Baca Juga :  Telkomsel Hadirkan Hyper 5G di Tarakan dan Tanjung Redeb

Dari ketiga komoditi tersebut, yang paling mencolok yakni stok daging sapi. Daging sapi pada Nataru 2022 hanya mengandalkan stok lokal, karena terkendala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi secara nasional.

Stok daging sapi yang kian menipis dan tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, akan berpengaruh langsung terhadap harga bahan pangan tersebut. Dalam artian, besar kemungkinan daging sapi akan mengalami kenaikan harga pesat.

Baca Juga :  Wow! Harga Cabai di Pasar Induk Tanjung Selor Meroket Rp150 Ribu Per Kg

Meskipun kenaikan harga kerap terjadi tiap tahunnya, namun Septi menyatakan Kaltara tidak pernah kekurangan stok bahan pokok dan pangan selama Nataru.

“Di Kaltara jarang stok bahan pokok atau pangan yang kurang atau tidak mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun di Kabupaten Tana Tidung cukup rentan kekurangan bahan pokok,” tutupnya. (*)

Reporter: Matthew Gregori Nusa

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *