benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di 2 daerah yakni Kota Tarakan dan Tanjung Selor. Di mana inflasi tahun ke tahun kedua wilayah tersebut sebesar 6,06 persen.
Statistik Ahli Madya BPS Provinsi Kaltara, Vivi Azwar mengatakan harga barang atau jasa di Provinsi Kaltara mengalami deflasi secara bulanan (mtm) sebesar -0,06 persen atau terjadi perubahan IHK 111,97 pada bulan September 2022 menjadi 111,90 bulan Oktober 2022.
“Inflasi tahun kalender sebesar 4,11 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 6,06 persen,” ucap Vivi Azwar dalam rilisnya, Selasa, 1 November 2022.
Dia mengatakan, inflasi tahunan ini dipengaruhi oleh transportasi sebesar 22,24 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 7,43 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,23 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,19 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,76 persen.
Lalu di kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,60 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,51 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,63 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,60 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,44 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,40 persen.
“Pada bulan Oktober 2022, kelompok pengeluaran yang memiliki andil bulanan yang dominan terhadap inflasi bulanan adalah kelompok transportasi sebesar 0,09 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,04 persen,” tuturnya.
Sedangkan kelompok yang memberikan andil bulanan adalah makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,20 persen. Jika kelompok makanan, minuman dan tembakau diperinci, maka terjadi inflasi secara tahunan pada kelompok bahan makanan gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor sebesar 5,19 persen, inflasi kalender sebesar 0,48 persen dan deflasi bulanan sebesar -0,95 persen.
“Inflasi tahunan kelompok bahan makanan di Kota Tanjung Selor sebesar 10,93 persen, inflasi kalender sebesar 4,96 persen, dan inflasi bulanan sebesar 0,41 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan di Kota Tarakan mengalami inflasi tahunan sebesar 3,88 persen, deflasi kalender sebesar -0,55 persen dan deflasi bulanan sebesar -1,28 persen,” paparnya.
Vivi Azwar menjelaskan, ada 5 jenis barang/jasa penyumbang tertinggi inflasi bulanan pada Kaltara adalah bensin sebesar 0,06 persen, sabun detergen bubuk/cair sebesar 0,04 persen, bayam sebesar 0,04 persen, beras sebesar 0,03 persen dan susu bubuk untuk balita sebesar 0,01 persen.
Komoditas penyumbang deflasi bulanan adalah telur ayam ras sebesar -0,06 persen, daging ayam ras sebesar -0,06 persen, bawang merah sebesar -0,05 persen, ikan bandeng/ikan bolu sebesar -0,02 persen, kol putih/kubis sebesar -0,02 persen.
Kemudian di Tarakan ada 5 jenis barang/jasa penyumbang tertinggi inflasi bulanan adalah adalah bensin sebesar 0,06 persen, bayam besar 0,05 persen, sabun detergan bubuk/cair sebesar 0,05 persen, susu bubuk untuk balita sebesar 0,01 persen dan pasta gigi sebesar 0,01 persen.
Komoditas penyumbang deflasi bulanan adalah daging ayam ras sebesar -0,09 persen, telur ayam ras sebesar -0,06 persen, ikan bandeng/ikan bolu sebesar -0,04 persen, cabai rawit sebesar -0,03 persen, dan bawang merah sebesar -0,03 persen.
Sedangkan ada 5 jenis barang/jasa penyumbang tertinggi inflasi bulanan di Kota Tanjung
Selor yaitu beras sebesar 0,13 persen, bensin sebesar 0,07 persen, cabai rawit sebesar 0,06 persen, daging ayam ras sebesar 0,05 persen, dan cabai merah sebesar 0,04 persen.
Lalu komoditas penyumbang deflasi bulanan adalah bawang merah sebesar -0,12 persen, telur ayam ras sebesar -0,06 persen, ikan asin belah sebesar -0,02 persen, udang kering (ebi) sebesar -0,02 persen, dan bawang putih sebesar -0,02 persen. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Yogi Wibawa







