benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Ekspor komoditi di Kaltara selama bulan September 2022 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan bulan Agustus 2022.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kaltara, Panca Oktianti, M.M mengatakan ekspor komoditi melalui pelabuhan di Provinsi Kaltara pada September 2022 mengalami peningkatan sebesar 43,75 persen dibanding Agustus 2022, yaitu dari US$ 172,41 juta menjadi US$ 247,84 juta.
Melalui rilis yang di BPS secara online Panca menyebutkan, seluruh komoditi ekspor melalui pelabuhan di Provinsi Kaltara pada September 2022 hampir seluruhnya merupakan komoditi barang non migas.
“Nilai ekspor non migas periode Januari – September 2022 mencapai US$ 1.877,68 juta atau naik sebesar 85,11 persen dibanding periode Januari – September di tahun 2021,” ujar Panca Oktianti, Selasa (1/11/2022).
Peningkatan ekspor September 2022 dibandingkan dengan Agustus 2022 disebabkan oleh meningkatnya ekspor kelompok barang non migas hasil tambang sebesar 44,39 persen, dan hasil industri meningkat sebesar 74.189,2 persen. Adapun hasil pertanian mengalami penurunan sebesar 10,41 persen.
Negara tujuan utama ekspor melalui pelabuhan di Provinsi Kaltara pada September 2022 adalah Negara China, Taiwan, Jepang, India, dan Philipina dengan nilai masing-masing mencapai US$ 53,34 juta, US$37,86 juta, US$ 36,41 juta, US$ 26.09 juta dan US$ 17,53 juta.
Peranan kelima negara tersebut dalam ekspor Provinsi Kaltara mencapai 65,15 persen terhadap total ekspor pada September tahun 2022.
Jika dibandingkan dengan Agustus 2022, terjadi peningkatan ekspor ke negara China, Taiwan, Jepang, Korea, Bangladesh dan Vietnam. Namun juga terjadi penurunan ekspor ke negara India dan Philipina.
Di sisi lain, total ekspor Provinsi Kaltara yang dilakukan melalui pelabuhan di luar Provinsi Kaltara pada September 2022 mencapai US$ 18,65 juta. Masing – masing melalui pelabuhan di DKI Jakarta sebesar US$ 1,75 juta, Jawa Timur sebesar US$ 11,82 juta, dan Sulawesi Selatan sebesar US$ 1,70 juta. (*)
Reporter: Matthew Gregori Nusa
Editor: Yogi Wibawa







