benuanta.co.id, NUNUKAN – Naiknya harga BBM bersubsidi pengemudi angkutan barang meminta kepada Dinas Perhubungan Nunukan agar mengevaluasi kembali beberapa item tarif.
Baru-baru ini mereka mengadakan rapat, bersama pengusaha angkutan pemilik truk dan sopir terkait penyesuaian harga BBM (Solar) bersubsidi dari harga Rp. 5.150 perliter menjadi harga Rp. 6. 800 perliter.
Ketua Koperasi Ekspedisi Muatan Kapal Laut Tunon Taka Mandiri Nunukan H. Laodiang, mengatakan sebelum adanya kenaikan BBM mereka sudah pernah mengusulkan kepada pemerintah secara tertulis melalui Dinas Perhubungan, karena saat itu harga material bangunan sudah mengalami kenaikan.
Barang yang diangkut ini seperti besi, kelontongan, semen beras, kaca , seng dan lainnya ke gudang. Jika bicara dengan tarif lama per kontiner Rp. 690 ribu yang diusulkan sekarang Rp. 800 ribu dan bisa diangkat sebanyak 4 truk hingga ke dalam gudang pemilik toko.
Sedangkan semen dulu harganya Rp. 34 rupiah perkilogram sekarang di usulkan Rp 40 rupiah perkilogram, karena semen ini dengan berat 40 hingga 50 kilogram. “Kita hitung perkilogram jika semen seperti tonasa sudah nyata 50 kilogram kali 4 jadi Rp. 2000 persak itu sudah sampai di gudang,” kata H. Laodiang kepada benuanta.co.id, Jumat (16/9/2022).
Tidak hanya itu masih ada lagi beberapa barang yang di usulkan sebanyak 21 item jenis barang, yang diusulkan untuk diskusi tarifnya.
Kata H. Laodiang, yang ditekankan adalah penyesuaian tarif ongkos angkut material dari pelabuhan Tunon Taka Nunukan hingga ke gudang toko. Pihaknya akan bermohon terlebih dahulu untuk mengusulkan tarif.
“Kami juga meminta kepada pedagang jangan terlalu menetapkan tarif tinggi harga material, karena kami sebagai sarana pengangkut material tidak terlalu tinggi pengusulan tarif,” jelasnya.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







