benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan harga BBM, baik solar, pertamax, maupun pertalite. Meski terasa berat, sebagai warga masyarakat yang baik, harus bisa menerima keputusan itu demi kepentingan yang lebih besar.
Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengatakan, pemerintah mengakui kenaikan harga BBM ini akan makin memberatkan situasi perekonomian masyarakat, karena harga barang kebutuhan pokok akan ikut naik, dan secara otomatis akan memperbesar pula pengeluaran setiap rumah tangga.
Agar dampak kenaikan harga BBM tidak terlalu memberatkan, maka pemerintah akan memberikan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat yang paling terdampak oleh kenaikan BBM tersebut.
“Bansos yang diharapkan akan mampu menjaga daya beli masyarakat, sehingga perekonomian masih bisa tumbuh dengan baik,” kata Laura, Selasa (13/9/2022).
Lanjut dia, hari ini masyarakat Kabupaten Nunukan sudah mulai melakukan pencarian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dari data yang diterima itu ada sekitar penyaluran BLT BBM sebanyak 9.919 KPM di Kabupaten Nunukan.
Bantuan ini sekaligus membuktikan bahwa pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah senantiasa berpegang prinsip-prinsip keseimbangan. Pemerintah tidak hanya fokus membangun fisik semata, seperti jalan, sekolah, maupun infrastruktur. Namun pemerintah juga memberi porsi dan perhatian yang sama terhadap pembangunan sisi psikis dan karakter dari masyarakat.
Laura mengajak semua masyarakat agar selalu menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama yang telah terjalin dengan baik selama ini. “Jangan mudah terpancing dan terprovokasi oleh ulah dan tindakan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang hanya ingin menimbulkan situasi rusuh dan perpecahan di tengah masyarakat Kabupaten Nunukan,” pungkasnya.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







