benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Di Kabupaten Tana Tidung (KTT) persoalan minyak goreng juga menjadi trending topik, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) KTT terus berupaya menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Disperindagkop KTT membuka ruang koordinasi dan komunikasi dengan pihak pemerintah provinsi Kaltara hingga kementerian. Tak luput pula koordinasi ke distributor minyak goreng di Kaltara.
“Kondisi di lapangan stok minyak goreng kita masih ada sebenarnya, namun itu barang lama dengan harga lama jadi mahal. Sedangkan yang kita cari minyak goreng dengan harga yang jauh lebih murah, agar masyarakat juga terbantu,” ungkap Kepala Dinas Perindagkop KTT, Hardani Yusri.
Sementara ini untuk distributor Bulungan belum bisa memasarkan untuk KTT dan Malinau karena masih fokus memenuhi kebutuhan warga di Bulungan.
“Kemarin kami langsung komunikasi ke Kemendag dan untuk Kalimantan Utara produsen yang ditunjuk itu adalah Wilmar Group, ada fortune, sania brand,” ucap Yusri.
“Tapi saat komunikasi ke distributor yang di Tarakan itu kemarin sempat dapat beberapa toko cuma porsinya memang terbatas dengan harga yang murah dari distributor yang ada di Tarakan. Apalagi untuk Sementara ini untuk distributor Bulungan belum bisa memasarkan untuk KTT dan Malinau karena masih fokus ke Bulungan,” terangnya.
Yusri menambahkan, komunikasi yang aktif harus tetap dilakukan, mengingat ada wacana kalau dalam waktu dekat ini akan datang sekitar 9 kontainer minyak goreng atau sekitar 8 ton untuk 2 distributor di Tarakan dan 1 kontainer untuk Bulungan.
“Takutnya kita akan tertinggal karena diborong daerah lain. Makanya komunikasi rutin kita lakukan, apalagi kabarnya di tanggal 17 Maret itu minyak goreng datang dengan harga yang murah melalui produsen Wilmar group. Tapi kalau untuk jatah, kita belum tahu akan dikasi berapa,” tutupnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







