Penggarapan Lahan Pertanian Jadi PR Besar Pemkab KTT

benuanta.co.id, Tana Tidung – Penggarapan lahan pertanian lokal masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung.

Meski memiliki lahan pertanian yang sangat luas, ternyata tak semerta-merta bisa membuat Pemkab Tana Tidung bersama masyarakat bisa menggarap lahan pertanian dengan maksimal.

Selain karena luas lahan pertanian yang tidak seimbang dengan jumlah pertumbuhan penduduk, kurangnya basic pertanian juga turut mempengaruhi kondisi tersebut.

“Menggarap lahan agraria sebenarnya masih menjadi hal yang baru bagi masyarakat KTT, karena aslinya kita ini merupakan nelayan yang biasa mengandalkan sungai dan laut untuk mencari nafkah, makanya masih sedikit masyarakat KTT yang menjadi petani agraria,” kata bupati KTT, Ibrahim Ali.

Baca Juga :  Realisasi Investasi Kaltara 2025 Tembus Rp 27,4 Triliun

Bahkan ia mengungkapkan dari 150 hektar lahan pertanian yang ada di Desa Tideng Pale Seberang, baru 35 hektar saja yang bisa tergarap dengan maksimal.

Lanjut Buati, jika semua lahan pertanian bisa digarap maksimal maka ke depannya masyarakat KTT tidak akan mengandalkan kebutuhan pangan dari daerah lain.

“Saat panen kemarin saja, daerah lain sudah ada yang memesan gabah kita sebanyak 12 ton, artinya lahan pertanian kita memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Pembayaran Non Tunai di SPBU Bisa Lewat MyPertamina

Sempat berencana ingin menggunakan tenaga dari petani luar daerah melalui jalur transmigrasi. Namun hal itu belum dilakukan, karena dikhawatirkan akan menjadi beban bagi pemerintan.

“Bebannya itu terdampak bagi daerah yang dituju dan daerah asal. Makanya program ini dihentikan. Padahal sebenarnya kita juga butuh petani, mengingat saat ini kita ingin menyediakan beras lokal yang bisa bersaing dengan beras luar daerah,” pungkasnya.

Sementara tu Komandan Makodim 0914/KTT, Letkol Inf Tri Priyo Utomo beberapa waktu lalu sempat mengatakan pihaknya siap untuk membantu Pemkab KTT dalam menggarap lahan pertanian yang ada di KTT.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Siap Amankan Pasokan Energi Selama Ramadan dan Idulfitri 2026

Kata Dandim, saat ini TNI juga ditugaskan untuk mengamankan kebutuhan pangan disetiap daerah yang menjadi wilayah tugas Makodim, seperti membantu petani lokal dalam menggarap sistem pertanian.

“Lebih tepatnya kita ingin mengaktifkan lahan mati menjadi lahan pertanian bersama dengan kelompok tani lokal. Lalu memberikan pelatihan dan ilmu baru pertanian kepada para tani, seperti menggarap pertanian dengan sistem panen domino yang tersistematis,” kata Dandim. (*)

Reporter : Osarade

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *