benuanta.co.id, TARAKAN – Berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, membuat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi salah satu wilayah rawan terhadap peredaran uang palsu.
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) Teddy Arif Budiman menyampaikan pihaknya selalu melakukan program edukasi ke masyarakat terkait ciri-ciri uang palsu.
“Uang palsu sendiri, kalau kami tentu pertama kami hanya bisa mengetahui ciri-ciri keasliannya. Kami jaga juga (berupaya) bagaimana masyarakat individu maupun lembaga, harus tau ciri-ciri keaslian rupiah,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) Teddy Arif Budiman, Kamis (20/1/2022).
Teddy menilai masyarakat di Kaltara sudah mampu memahami dan mengetahui ciri-ciri palsunya rupiah yang beredar.
“Memang kondisi ini hampir terjadi di semua wilayah, namun untuk Kaltara Alhamdulillah sangat paham dan mengetahui,” imbuhnya.
Peredaran uang palsu di Kaltara, kata Teddy, masih terkendali dengan cukup baik. Pihaknya melakukan kerjasama dengan unsur pengamanan negara dalam menekan peredaran uang palsu di Kaltara.
“Masih terkendali (peredarannya) dan cukup baik, kami bekerjasama juga dengan Badan Intelijen Negara (BIN), pengadilan dan kepolisian,” katanya.
BI juga selalu menghimbau kepada masyarakat agar tak terlalu menghawatirkan hal ini dan selalu cerdas dalam mengendalikan rupiah.
Bersama dengan ini, BI juga merekomendasikan tiga cara untuk memeriksa keaslian uang rupiah, yakni dengan dilihat, diraba, dan diterawang. Metode ini disebut juga sebagai 3D. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa







