NUNUKAN – Harga ayam di Nunukan mengalami kenaikan yang cukup signifikan yakni, mencapai Rp40 ribu per kilo gram (kg). Kenaikan itu diduga diakibatkan kurangnya stok ayam potong di pasaran, belakangan ini.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Syamsul Daris menjelaskan pihaknya bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah melakukan pertemuan dalam hal pembahasan peredaran ayam potong di Kabupaten Nunukan. Pertemuan itu dilakukan bersama dengan peternakan ayam di Nunukan. Hasil pertemuan itu, para peternak ayam potong Nunukan menyepakati dengan perjanjian harga ayam dari kandang.
Ayam di tingkat peternak mulai dari 1,6 hingga 1,9 kilogram (kg) disepakati Rp26 ribu, 2 hingga 2,5 kg Rp25 ribu, 2,6 sampai dengan 3 kg Rp24 ribu, dan 3,1 kg dikisaran Rp20 ribu. Harga itu sudah disepakati pada 24 Februari 2021 lalu.
“Dampak ini banyaknya Day Old Chick (DOC) yang beredar, sehingga peternak ayam yang diproduksi berlebihan di lapangan membuat ayam banyak belum laku pada saat itu. Terjadinya lonjakan saat ini karena kita melakukan pembatasan untuk menghabiskan ayam-ayam yang masih ada,” ucap Syamsul Daris, saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 30 Maret 2021.
Melihat hal itu, pihaknya kembali melakukan pertemuan dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam pembahasan DOC terkait ketersediaan untuk mengantisipasi masuknya Bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.
Mengenai penyaluran DOC, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nunukan akan memberlakukan penjatahan kepada para pengusaha dan peternak. “Ini semua dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadinya kekurangan stok ayam di lapangan,” jelasnya.
Pengadaan DOC nantinya akan dilakukan rekomendasi dari tingkat peternak ayam mandiri dan mitra dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nunukan. (*)
Reporter: Darmawan
Editor : Nicky Saputra







