benuanta.co.id, NUNUKAN – Sempat mengalami fluktuasi yang cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir, harga jual rumput laut kering di tingkat petani kini mulai menunjukkan tren positif dengan menyentuh angka Rp16.000 per Kilogram (Kg).
Kenaikan harga ini membawa angin segar bagi perekonomian masyarakat pesisir yang mayoritas menggantungkan hidupnya pada komoditas unggulan daerah tersebut. Stabilnya harga di angka ini dinilai mulai memberikan keuntungan yang cukup bagi petani untuk menutup biaya operasional yang cenderung tinggi.
Nasrul Jaiz Irwan, salah satu pembudidaya rumput laut di Nunukan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kondisi harga saat ini. Menurutnya, harga Rp 16 ribu sudah cukup ideal untuk menjaga keberlangsungan budidaya.
“Alhamdulillah, sekarang harga sudah di angka Rp 16 ribu. Sudah sekitar seminggu harga segini, kami sebagai petani sudah bisa sedikit bernapas lega setelah sebelumnya harga sempat jatuh cukup dalam,” ujar Nasrul.
Said menambahkan, meskipun harga mulai membaik, para petani tetap berharap pemerintah daerah maupun asosiasi terkait dapat menjaga stabilitas harga agar tidak kembali anjlok.
Menurutnya, kepastian harga sangat penting mengingat biaya bahan baku seperti tali, bibit, dan upah bentang terus mengalami kenaikan.
“Harapan kami harga ini bisa bertahan atau bahkan naik lagi. Yang penting jangan sampai turun drastis lagi, karena biaya turun ke laut sekarang tidak murah,” tambahnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas penjemuran di sepanjang pesisir Kelurahan Nunukan Timur kembali bergairah. Para petani tampak sibuk memanen dan mengolah hasil laut mereka guna memanfaatkan momentum harga yang sedang stabil ini. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







