Pertamina Hadapi Tantangan Distribusi BBM ke Wilayah Perbatasan Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah wilayah perbatasan di Kalimantan Utara (Kaltara) masih menghadapi berbagai tantangan teknis. Berbagai faktor memengaruhi kelancaran distribusi energi ke daerah-daerah terutama perbatasan.

Sales Branch Manager Kaltimut V Fuel PT Pertamina, Muhammad Naufal Atiyah, mengungkapkan proses distribusi BBM ke wilayah perbatasan tidak selalu berjalan mulus. Beberapa kendala teknis kerap muncul, mulai dari faktor operasional kapal hingga jarak distribusi yang cukup jauh dari pusat penyaluran.

“Kendalanya ada ya mulai dari docking kapal sampai jaraknya yang cukup jauh,” ungkapnya, Kamis (5/3/2026) lalu.

Menurutnya, jalur laut masih menjadi salah satu andalan dalam mendistribusikan BBM ke berbagai wilayah di Kalimantan Utara. Kondisi tersebut membuat jadwal operasional kapal, termasuk proses docking, sangat memengaruhi kelancaran penyaluran energi ke daerah tujuan.

Baca Juga :  Warga Tarakan Mulai Tebus Emas di Pegadaian Jelang Lebaran

“Faktor docking kapal memang menjadi salah satu tantangan dalam proses distribusi BBM ke wilayah yang cukup jauh,” jelasnya.

Selain itu, jarak distribusi menuju wilayah perbatasan juga menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas pasokan energi. Pertamina harus melakukan perencanaan logistik secara matang agar kebutuhan BBM masyarakat di daerah tersebut tetap terpenuhi.

“Jarak yang cukup jauh dan medan juga memang menjadi tantangan dalam distribusi BBM ke wilayah perbatasan, salah satunya ke wilayah Krayan,” katanya.

Untuk menjangkau beberapa daerah yang memiliki keterbatasan akses, Pertamina bahkan harus menggunakan moda transportasi udara dalam proses distribusi BBM. Langkah tersebut dilakukan agar pasokan energi tetap dapat menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses melalui jalur darat maupun laut.

Baca Juga :  Bahlil: Harga Pertalite tak Naik Meski Minyak Dunia Capai 118 Dolar AS

“Untuk daerah seperti Krayan yang sulit dijangkau, distribusi BBM menggunakan pesawat,” terangnya.

Meski menghadapi berbagai kendala tersebut, Pertamina menegaskan tetap berkomitmen menjaga ketersediaan BBM di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memaksimalkan peran Fuel Terminal Tarakan sebagai pusat distribusi energi di wilayah tersebut.

“Kami tetap memaksimalkan distribusi dari Fuel Terminal Tarakan karena kami juga berjuang untuk memastikan pasokan sampai ke wilayah perbatasan,” tegasny.

Dalam prosesnya, pasokan BBM yang masuk ke wilayah Kalimantan Utara berasal dari beberapa sumber, baik dari kilang dalam negeri maupun melalui jalur impor. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Baca Juga :  Stok BBM Kaltara Dipastikan Aman Selama Ramadan dan Idulfitri

“Stok itu ada yang dari impor dan ada juga dari kilang kami sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Naufal juga berharap pemerintah dapat membantu mengatasi kendala distribusi dengan membuka akses jalur darat menuju sejumlah wilayah di Kalimantan Utara, khususnya daerah perbatasan. Menurutnya, keberadaan jalur darat akan sangat membantu proses distribusi energi menjadi lebih efektif dan efisien.

“Kami berharap pemerintah, terutama pasca pertemuan dengan Komisi III DPRD Kaltara, bisa memperjuangkan adanya akses jalur darat sehingga distribusi BBM ke masyarakat bisa lebih optimal,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *