Perkuat Literasi Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Insan Media

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Tarakan menegaskan komitmennya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perlindungan tenaga kerja melalui Media Gathering yang digelar di Studio XXI Tarakan Mall, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan yang bertema ‘Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Media dalam Memperkuat Literasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Wilayah Kalimantan Utara’ itu dihadiri 24 wartawan dari media cetak, elektronik, dan digital di Kaltara sebagai upaya memperkuat kemitraan strategis dalam penyebaran informasi publik.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan, Masbuki, mengungkapkan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi komunikasi kelembagaan yang dirancang untuk membangun hubungan lebih solid dan terbuka dengan insan pers. Ia menekankan bahwa media memiliki posisi sentral dalam menjembatani informasi antara lembaga dan masyarakat luas.

“Kami memandang media sebagai mitra strategis yang berperan besar dalam memastikan pesan kami tersampaikan dengan baik kepada publik,” ungkapnya, Selasa (3/3/2026).

Menurut Masbuki, optimalisasi komunikasi publik harus dilakukan melalui ruang dialog yang setara dan konstruktif. Karena itu, Media Gathering menjadi sarana untuk menyamakan persepsi sekaligus membahas tantangan dalam penyampaian informasi terkait program jaminan sosial ketenagakerjaan. Ia menilai kesamaan pemahaman sangat penting agar pemberitaan yang muncul tetap berimbang serta tidak menimbulkan tafsir keliru di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Rekrutmen PT KAI di Luar Kaltara Picu Polemik, Ekonom Minta Utamakan Tenaga Kerja Lokal

“Kami ingin informasi yang beredar benar-benar akurat, edukatif, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tegasnya.

Lebih jauh, ia memaparkan forum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan perkembangan program, kebijakan terbaru, hingga capaian BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Kalimantan Utara. Dalam konteks itu, media dianggap sebagai perpanjangan tangan yang efektif dalam membangun literasi publik mengenai hak dan kewajiban pekerja terhadap jaminan sosial.

“Melalui forum ini kami dapat menyampaikan capaian sekaligus menerima masukan secara langsung dari rekan-rekan media,” katanya.

Masbuki turut merinci tujuan utama kegiatan tersebut, antara lain meningkatkan pemahaman media terhadap prinsip dan kebijakan BPJS Ketenagakerjaan, memperkuat koordinasi komunikasi antara kantor pusat dan wilayah, serta membangun kolaborasi yang berdampak pada peningkatan kualitas publikasi. Selain itu, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi dua arah mengenai berbagai isu komunikasi, tantangan penyebaran informasi, hingga strategi membangun literasi jaminan sosial secara lebih efektif.

“Kami ingin hubungan ini tidak hanya sebatas publikasi, tetapi juga kolaborasi jangka panjang,” jelasnya.

Baca Juga :  Hyper 5G Telkomsel Dukung Kelancaran Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang dan Pontianak

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti masih perlunya peningkatan cakupan kepesertaan di Kalimantan Utara, khususnya bagi pekerja sektor informal, Bukan Penerima Upah (BPU), dan sektor jasa konstruksi. Kelompok tersebut dinilai memiliki risiko kerja tinggi, namun belum seluruhnya terjangkau program jaminan sosial. Oleh sebab itu, peran media sangat diharapkan dalam memperluas jangkauan edukasi kepada kelompok pekerja tersebut.

“Tantangan kami ada pada perluasan kepesertaan, terutama di sektor informal yang jumlahnya cukup besar,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Digitalisasi, Human Capital dan Aset BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan, Ken Maharani, menekankan dinamika arus informasi digital saat ini menuntut ketepatan, kecepatan, sekaligus kredibilitas dalam pemberitaan. Ia menilai media memiliki tanggung jawab besar dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Media adalah rujukan utama masyarakat dalam memperoleh informasi yang dapat dipercaya,” katanya.

Ken menambahkan, transformasi media yang kini berkembang pesat hingga ranah digital membuka peluang lebih luas dalam menjangkau generasi muda pekerja serta masyarakat sektor informal. Ia berharap media tidak hanya menyampaikan informasi formal, tetapi juga mengemas pesan secara edukatif dan humanis agar lebih mudah dipahami berbagai kalangan.

Baca Juga :  BPS Catat 5 Ribu Industri Mikro dan Kecil di Kaltara, Didominasi Makanan 67,81 Persen

“Kami berharap pesan yang kami sampaikan bisa diterima secara luas dan mendorong masyarakat untuk aktif terdaftar dalam program jaminan sosial,” tuturnya.

Berdasarkan data internal BPJS Ketenagakerjaan, sepanjang 2025 tercatat 177 pemberitaan positif terkait aktivitas dan program Cabang Tarakan. Angka tersebut dinilai sebagai indikator terjalinnya komunikasi yang baik antara lembaga dan insan pers di daerah. Capaian itu pun diharapkan terus meningkat pada 2026 sebagai bagian dari penguatan literasi publik.

“Capaian ini menunjukkan kemitraan yang sudah terbangun dengan baik dan perlu terus kita tingkatkan,” lanjutnya.

Melalui Media Gathering ini, BPJS Ketenagakerjaan Tarakan kembali menegaskan komitmennya untuk membuka ruang dialog yang inklusif bersama media. Sinergi yang terjalin diyakini menjadi langkah strategis dalam memperluas literasi jaminan sosial serta mewujudkan perlindungan menyeluruh bagi pekerja di Kalimantan Utara.

“Kami ingin kolaborasi ini menjadi fondasi kuat dalam mendukung perlindungan pekerja secara berkelanjutan,” tutupnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *