benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Tekanan harga di Tanjung Selor sepanjang November 2025 masih terasa, terutama dari sektor kebutuhan rumah tangga. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 2,86 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 107,54.
Kepala BPS Kabupaten Bulungan, Yuda Agus Irianto, S.Si., mengatakan kenaikan harga paling signifikan terjadi pada kelompok pengeluaran perumahan dan kebutuhan dasar sehari-hari.
“Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi tertinggi, yakni mencapai 9,13 persen. Ini menjadi penyumbang utama inflasi Tanjung Selor secara tahunan,” ungkap Yuda, Senin (5/1/2026).
Lanjut Yuda, selain pada kelompok perumahan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat kenaikan harga yang cukup tinggi sebesar 8,64 persen. Sementara pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 2,81 persen, seiring dengan fluktuasi harga bahan pangan di pasaran.
Menurutnya, walaupun secara tahunan mengalami kenaikan, inflasi bulanan Tanjung Selor pada data terakhir November 2025 masih relatif terkendali. BPS mencatat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,13 persen, sedangkan inflasi year to date (y-to-d) sejak Januari hingga November 2025 berada di angka 2,24 persen.
“Inflasi bulanan masih rendah, ini menandakan kenaikan harga tidak terjadi secara tajam dalam satu bulan terakhir,” jelas Yuda.
BPS mencatat sejumlah komoditas seperti bawang merah, bayam, kangkung, emas perhiasan, dan ikan tongkol yang menjadi pemicu inflasi bulanan. Di sisi lain, harga cabai rawit, tomat, beras, cabai merah, dan udang basah justru mengalami penurunan dan menahan laju inflasi.
Menariknya, pada semua kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga. Kelompok transportasi justru mengalami penurunan indeks sebesar 2,25 persen, memberikan andil deflasi terhadap inflasi y-on-y.
Selain transportasi, kelompok perlengkapan rumah tangga, rekreasi, serta informasi dan komunikasi juga mencatat penurunan indeks harga.
“Beberapa kelompok pengeluaran mengalami deflasi dan ini membantu menahan laju inflasi agar tetap stabil,” ujar Yuda.
Ia menilai adanya inflasi yang masih berada pada level moderat, kondisi daya beli masyarakat di Tanjung Selor relatif terjaga. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, inflasi November 2025 memang lebih tinggi, namun masih dalam rentang yang terkendali.
“Inflasi Tanjung Selor masih berada pada level yang wajar dan diharapkan tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap masyarakat,” pungkas Yuda. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







