benuanta.co.id, BULUNGAN – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kalimantan Utara pada September 2025 tercatat sebesar 116,19, naik 1,12 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan daya beli petani, seiring naiknya pendapatan dari hasil produksi pertanian.
Hal tersebut dikatakan kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mas’ud Rifa’i, peningkatan tersebut dipicu oleh kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,18 persen, yang lebih tinggi dibanding kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,06 persen.
“Kondisi ini mengindikasikan bahwa harga hasil pertanian yang diterima petani meningkat lebih cepat dibanding biaya yang mereka keluarkan untuk produksi maupun konsumsi rumah tangga,” katanya, Sabtu (4/10/2025).
Berdasarkan subsektor, NTP Kalimantan Utara mencatat variasi kinerja. Subsektor tanaman pangan berada di angka 103,22, hortikultura 101,59, perkebunan rakyat melonjak tinggi di 203,21, peternakan 101,05, serta perikanan (nelayan dan pembudidaya ikan) tercatat 99,03.
Selain itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga mengalami peningkatan, mencapai 121,15 atau naik 1,14 persen dibanding Agustus 2025. NTUP yang meningkat menandakan perbaikan kemampuan rumah tangga petani dalam mengelola usaha pertaniannya.
Sementara itu, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) naik tipis 0,08 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni 0,21 persen.
Secara keseluruhan, peningkatan NTP dan NTUP ini mencerminkan perbaikan kesejahteraan petani di Kalimantan Utara. Tren positif tersebut diharapkan dapat berlanjut, seiring dengan stabilitas harga komoditas pertanian dan membaiknya daya beli masyarakat di daerah. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli







