benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada September 2025, Provinsi Kalimantan Utara mengalami inflasi tahunan (year on year/y-o-y) sebesar 2,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 107,65.
Kepala BPS Kaltara Mas’ud Rifa’i menyebutkan, Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Selor yang mencapai 2,74 persen dengan IHK 107,42. Adapun inflasi terendah tercatat di Nunukan sebesar 1,84 persen dengan IHK 109,07.
“Kenaikan harga terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 3,50 persen” katanya, Kamis (2/10/2025).
Lanjut kata Mas’ud, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (2,73%), kesehatan (8,31%), rekreasi, olahraga, dan budaya (1,11%), pendidikan (0,88%), restoran (2,08%), serta perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 8,47 persen.
Meski demikian, beberapa kelompok pengeluaran justru mencatat deflasi. Kelompok pakaian dan alas kaki turun 0,10 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga minus 0,50 persen, transportasi minus 2,04 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan minus 0,11 persen.
Secara bulanan (month to month/m-to-m), Kaltara justru mengalami deflasi tipis 0,01 persen. Sementara secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/y-to-d), inflasi tercatat sebesar 1,83 persen. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli







