benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan mencatat inflasi tahunan year on year (yoy) di Tanjung Selor pada Juli 2025 mencapai 3,21 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 104,50 pada Juli 2024 menjadi 107,85.
Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto mengatakan, perkembangan harga berbagai komoditas pada Juli 2025 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya inflasi. Menurutnya, inflasi yoy itu didorong kenaikan indeks sejumlah kelompok pengeluaran.
“Paling besar disumbang kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang melonjak hingga 8,64 persen. Kemudian diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,79 persen serta kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,99 persen,” sebutnya, Selasa (5/8/2025).
Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 1,00 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,91 persen, pakaian dan alas kaki 0,29 persen dan kelompok pendidikan 0,24 persen.
Namun, inflasi yoy ini sedikit tertahan oleh penurunan indeks di beberapa kelompok. Di antaranya kelompok perlengkapan rumah tangga turun 2,76 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya minus 1,06 persen, serta kelompok informasi dan jasa keuangan yang turun tipis 0,19 persen.
“Untuk kelompok transportasi stagnan atau tidak mengalami perubahan,” sebutnya.
Kontributor utama inflasi secara tahunan antar lain tarif air, perhiasan emas, bawang merah, ikan bandeng, kopi bubuk, tomat, terong, sigaret kretek mesin, minyak goreng, sewa rumah, hingga ayam dan sepeda motor.
“Secara month to month (mtm), Juli 2025 juga terjadi inflasi sebesar 2,33 persen, dengan inflasi tahun kalender (y-to-d) sebesar 2,54 persen,” ujarnya
Inflasi bulanan didorong oleh naiknya harga tarif air, tomat, cabai rawit, bawang merah, ikan bandeng, bayam, beras, sewa rumah, tempe, dan bensin.
Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi bulanan antara lain bawang putih, pengharum pakaian, pulpen, ayam hidup, hingga ikan kembung
BPS juga merinci kontribusi inflasi yoy berdasarkan kelompok pengeluaran, dengan rincian terbesar dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,81 persen, disusul kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,14 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,32 persen. (*)
Reporter: Ikke
Editor: Yogi Wibawa







