benuanta.co.id, TARAKAN – Kepala Bulog Tarakan, Sri Budi Prasetyo menegaskan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan pemerintah telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh negara.
Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya isu dugaan pengoplosan beras yang menyeret nama beras SPHP ke tengah pusaran polemik kualitas di pasaran.
“Beras SPHP itu masuk kategori medium, dan kualitasnya sesuai SNI. Broken maksimal 20 persen, menir maksimal 2 persen, kadar air maksimal 14 persen. Kalau premium, broken-nya maksimal 15 persen,” ujarnya.
Pihaknya menyayangkan adanya dugaan percampuran atau pengoplosan beras medium dengan premium di tingkat pengecer yang justru mencoreng nama baik SPHP.
“Kalau beras SPHP sudah dioplos dan dijual kembali seolah-olah itu premium, itu bisa menyesatkan masyarakat dan merugikan citra pemerintah. Kami sangat menekankan bahwa pengawasan di lapangan perlu diperketat,” ujarnya.
Menurutnya, beras SPHP memiliki tampilan fisik yang bisa dibedakan dari premium. Namun, bila sudah dioplos, maka hanya alat laboratorium yang bisa mengidentifikasi perbedaannya.
Untuk memastikan kualitas beras tetap sesuai standar sebelum disalurkan ke masyarakat, Bulog menggandeng surveyor independen seperti Suko Bindo.
“Kami tidak asal terima beras. Ada pengujian laboratorium yang mencakup pH, kadar air, tingkat pecahan (broken), dan derajat sosok, apakah putih dan utuh atau tidak. Semuanya diuji sebelum kami lepas ke pasar,” jelasnya.
Ia menambahkan, Bulog tidak mengklasifikasi beras berdasarkan varietas. Selama hasil akhirnya sesuai dengan kriteria beras medium, maka layak masuk program SPHP.
Ia juga memastikan, saat ini pihaknya telah menerima perintah penyaluran beras cadangan pemerintah ke pasar. Hal ini diharapkan bisa menjadi intervensi langsung dalam menstabilkan harga beras yang fluktuatif beberapa waktu terakhir.
“Insyaallah dengan perintah yang sudah ada, harga beras ini bisa lebih terkendali. SPHP hadir untuk membantu masyarakat. Kami harap masyarakat tidak panik karena stok kita cukup dan tersalurkan secara bertahap,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







