benuanta.co.id, TARAKAN – Harga beras di pasar Kota Tarakan tercatat mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini disebut terjadi secara bertahap, bukan melonjak drastis sekaligus.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tarakan, Wiwiek Aisyiyah, menjelaskan bahwa penyebab utama berasal dari wilayah produsen, khususnya Sulawesi dan Jawa Timur.
“Informasi dari distributor kita, di penggilingan tempat asalnya ketersediaannya agak kurang. Karena permintaan tetap tinggi, sementara pasokan menurun, otomatis harga naik. Itu hukum dagang,” jelasnya, Kamis (17/7/2025).
Menurutnya, kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir satu bulan terakhir, dengan selisih harga berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram, tergantung merek dan wilayah distribusi.
DKPP Kota Tarakan mencatat, harga beras premium per kilogram mengalami kenaikan dari Rp17.250 pada 17 Juni 2025 menjadi Rp17.883 pada 17 Juli 2025. Sementara beras medium naik dari Rp15.333 menjadi Rp16.000 per kilogram pada periode yang sama. Rata-rata harga selama sebulan terakhir tercatat sebesar Rp17.566,68 untuk beras premium dan Rp15.368,23 untuk beras medium.
Kondisi cuaca ekstrem, seperti banjir dan tanah longsor di wilayah produsen, turut menjadi faktor menurunnya pasokan. Ia menyebut terbatasnya moda transportasi ke Tarakan menjadi salah satu kendala.
“Angkutan laut kita terbatas, hanya dua kapal. Kalau satu dok, ya pengiriman barang ikut terhambat. Apalagi musim libur, kapal lebih banyak angkut penumpang daripada barang,” tambahnya.
Selain beras non-subsidi, baik jenis medium maupun premium, turut terdampak. Sementara untuk beras bersubsidi dari pemerintah tetap dijaga kestabilan harganya.
Untuk membantu menjaga keterjangkauan harga, DKPP telah melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan ini digelar di Kelurahan Selumit Pantai dan akan berlangsung rutin setiap bulan hingga akhir tahun di 6 kelurahan.
“Ini bagian dari upaya intervensi pemerintah daerah agar harga tetap terkendali dan masyarakat tidak terlalu terbebani,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







