Efisiensi Anggaran dan Program MBG Diprediksi Berdampak pada Sektor Ekonomi di Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan, Umar Riyadi, mengungkapkan kebijakan pemangkasan atau penghematan anggaran, diperkirakan akan memengaruhi berbagai sektor ekonomi di Kota Tarakan. Hal ini termasuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah.

“Adanya program MBG menuntut adanya ketersediaan berbagai komoditas bahan makanan dan non makanan penunjang program tersebut sekaligus penyediaan tenaga kerjanya. Hal ini tentu jadi tantangan sekaligus menciptakan peluang ekonomi,” ujar Umar Riyadi dalam keterangannya.

Menurut Umar, dampak dari efisiensi anggaran tidak hanya terbatas pada belanja pemerintah sebagai komponen ekonomi dari sisi pengeluaran, tetapi juga berdampak ke sektor lainnya di sisi lapangan usaha. “Dari sisi efisiensi, sedikit banyak pasti akan memengaruhi beberapa sektor, seperti transportasi udara, sektor akomodasi, dan beberapa sektor lainnya yang terkait dengan belanja pemerintah,” jelasnya.

Baca Juga :  Indosat Hadirkan Desa Digital untuk Dorong Ekonomi dan Pendidikan Warga Pesisir

Namun, Umar menekankan BPS berupaya untuk menghadirkan sektor-sektor yang dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan ini. “Kami terus mendorong identifikasi sektor-sektor yang potensial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan. Ini menjadi fokus kami agar perekonomian tetap stabil,” katanya.

Lebih lanjut, Umar menjelaskan untuk saat ini, dampak langsung dari kebijakan efisiensi anggaran masih sulit diukur. “Untuk sektor-sektor yang terdampak, kami masih bisa menyampaikan data per triwulan. Namun, untuk triwulan pertama tahun ini, masih terlalu dini untuk melihat dampaknya secara pasti,” ungkapnya.

Baca Juga :  Stok Ayam Beku Selama Ramadan di Tarakan Aman

Selain itu, Umar juga menyoroti respons dari pelaku usaha terkait kebijakan ini yang masih belum terdeteksi secara signifikan. “Respons dari pelaku usaha terhadap kebijakan efisiensi anggaran juga belum bisa terlihat dengan jelas, karena memang masih terlalu dini untuk mengukur dampaknya,” tambahnya.

Umar mengingatkan meskipun ada sektor yang terdampak, pemerintah dan pemangku kepentingan harus mencari strategi untuk menjaga kestabilan ekonomi. “Efisiensi memang diperlukan, tetapi kita juga harus memastikan ada sektor yang tetap mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Baca Juga :  BPS Catat 5 Ribu Industri Mikro dan Kecil di Kaltara, Didominasi Makanan 67,81 Persen

Dengan data yang terus dikembangkan, Umar Riyadi berharap BPS dapat memberikan informasi yang akurat untuk mendukung pengambilan kebijakan yang strategis. “Kami berharap data yang kami sediakan dapat membantu pemerintah dan masyarakat untuk memahami dinamika ekonomi Tarakan, sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih efektif dan tepat sasaran,” tutupnya. (*)

Reporter : Nurul Auliyah

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *